Penguatan Kurs Rupiah Meningkat Mengikuti Mata Uang Lain

Penguatan Kurs RupiahPenguatan kurs rupiah sudah terjadi belakangan dan terus berlanjut pada hari ini. Terutama jika kita tukarkan dengan mata uang dollar. Masih ada peluang terus meningkat disebabkan oleh banyak faktor.

Ternyata kenaikan nilai tukar sendiri menyebabkan kurs lain semakin membaik juga. Terlebih sesama valuta asing sejenis dari asia. Padahal menurut data hari sebelumnya, valas asia sebenarnya melemah.

Nilai Penguatan Kurs Rupiah di Pasar

Peningkatan nilai tukar mata uang rupiah ternyata sangat baik karena mencapai 5 poin atau 0,04%. Dalam artian memiliki kurs sebesar Rp. 14.247,5 per USD. Apalagi indeks dollar sendiri memang menurun.

Penguatan kurs USD ini sendiri ternyata diikuti banyak valas lainnya. Misalnya Won Korea Selatan dengan kenaikan 0,44%. Belum lagi mata uang Yen dan HKD yang masing-masing meningkat 0,03% dan 0,02%.

Valuta asing lainnya yang mengalami peningkatan yaitu Yuan Tiongkok dengan nilai 0,13%. Kestabilan uang dari asia timur memang semakin membaik. Terutama dengan penurunan masalah akibat covid-19.

Selain rupiah, beberapa mata uang asia tenggara juga mengalami peningkatan. Contohnya peso Filipina yaitu sekitar 0,44%. Bahkan bisa dibilang sebagai penguatan terbesar dibandingkan kurs lainnya.

Sementara itu untuk Baht Thailand dan Ringgit Malaysia ternyata malahan kalah. Masing-masing mengalami pelemahan 0,24% dan 0,07%. Tentu merugikan bagi ekonomi sampai broker forex terbaik, saham dan sebagainya.

Investor Berpegang Teguh Pada Data The Fed

Naik atau turunnya kurs mata uang sangat berpengaruh terhadap para investor. Terutama yang mengandalkan data The Fed. Setidaknya hal ini sudah dijelaskan Ibrahim Assuaibi selaku Direktur TRFX Garuda.

Data ini sendiri dapat digunakan dalam rangka mengurangi aset. Terutama yang dilakukan oleh Bank Central. Sebelumnya Bank Central membeli banyak aset sehingga The Fed ingin mereka mengurangi aktivitas tersebut.

Berbagai data produsen Amerika Serikat bisa dibilang meningkat terus nilainya. Terlebih jika dihitung mulai hari jum’at yang lalu. Tidak heran jika kemudian inflasi yang masih tinggi bisa terus bertahan.

Baca juga : Harga Emas Melonjak Per Ons Troi Belakangan ini

Bahkan jika masalah ekonomi dari pandemi menambah beban, bisa semakin meningkat inflasinya. Bisa memperburuk peningkatan kurs malah melemah. Nantinya rantai pasokan bisa mengetat semakin buruknya virus corona.

Masalah pandemi sendiri sebenarnya bisa benar-benar mengganggu ekonomi Indonesia. Apalagi dengan munculnya penurunan antusiasme orang untuk ikut vaksin. Makanya ada juga prediksi penguatan kurs rupiah menjadi turun.

Tinggalkan sebuah Komentar