Pound Menguat Tipis Setelah Inggris-UE Umumkan Deal Brexit

Poundsterling menduduki level tinggi setengah tahun di sesi perdagangan Jumat ini, di tengah pasar Eropa yang sedang libur Natal. Kesepakatan Brexit yang telah tercapai hanya memberikan sedikit dorongan terhadap Cable, sebab pasar juga mempertimbangkan mandeknya negosiasi stimulus AS setelah Trump menuntut agar besaran paket stimulus ditambah.

PM Boris Johnson dan Uni Eropa telah resmi mengumumkan bahwa Brexit alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa, akan mencapai kesepakatan. Kendati kesepakatan Brexit akan mempertahankan tarif nol dan akses nol kuota untuk Inggris ke Single Markets, kesepakatan itu belum mencakup sektor keuangan negara.

Padahal, lingkup finanasial jauh lebih besar dan berpengaruh terhadap kedua pihak. Brussels sendiri pun belum membuat keputusan apakah akan memberi Inggris akses ke pasar keuangan blok itu. Para pelaku pasar sudah mengekspektasikan hal ini, sehingga kenaikan Pound tak terlalu dramatis.

Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di 1.3563, tak jauh dari level tinggi yang tercapai kemarin. Sedangkan EUR/GBP menduduki level rendah tiga hari di posisi 0.8985. Selain itu, Inggris juga masih terancam masalah strain virus Corona baru yang membuat beberapa wilayah harus lockdown.

“Penting untuk mengenali apakah ini hanyalah permulaan hubungan perdagangan baru yang dapat kita bangun,” komentar analis Gavin Friend dari NAB London. “Kita juga harus siaga jika kedua pihak memutar kesepakan dengan caranya masing-masing yang dirancang untuk kepentingan domestik. Pasalnya, media nasional (Inggris dan UE) memang selalu berbicara tentang ‘kemenangan’ versus pihak lain.”

Stimulus AS Macet Di Meja Trump

Di sisi lain, pasar juga mempertimbangkan pergerakan Dolar AS yang dihadang masalah kesepakatan paket stimulus ekonomi AS. Kali ini gara-gara Presiden AS Donald Trump yang menolak menandatangani kesepakatan stimulus yang sudah diteken oleh Kongres.

Menurut Trump, anggaran bantuan langsung tunai bagi para warga Amerika seharusnya dinaikkan dari $600 menjadi $2000. Sedangkan anggaran bantuan luar negeri harus dipangkas. Dolar AS melemah merespon ketidakpastian tersebut.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar