Penghujung Tahun, Rupiah Melemah Turun dan Dolar Menguat

Rupiah Melemah Di penghujung tahun 2021 Rupiah melemah turun (Kamis, 30/12/2021). Penurunan nilai mata uang Rupiah ini disebabkan dari beberapa faktor salah satunya virus covid-19 sehingga menurun sebesar 0,1% atau sebesar Rp. 14.270,-.

Sedangkan Dolar AS kembali menguat, setelah sebelumnya juga ikut turun pada Kamis (30/12/2021) pagi WIB. Meski mengalami kenaikan, namun pergerakannya masih tetap kecil karena dampak dari perdagangan yang menipis.

Adanya hari libur dan kekhawatiran mengenai varian virus baru Omicron berdampak pada pergerakan beberapa mata uang dan perdagangan menjadi kecil dan terus menurun. Indeks Dolar AS pada Greenback naik tipis 0,04% ke 95,960.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,08% di 115,03 setelah sebelumnya jatuh ke level terendah selema beberapa minggu terakhir. Pasangan AUD/USD menguat sebesar 0,14% di 0,7258.

Sedangkan NZD/USD juga mengalami kenaikan 0,19% menjadi 0,6843. Pasangan lainnya yaitu USD/CNY naik tipis pada 0,02% menjadi 6,3689 serta GBP/USD naik sebesar 0,01% di 1,3488.

Nilai Rupiah Melemah Turun Dampak Varian Virus Baru

Nilai Rupiah melemah pada Kamis (30/12/2021) sore, ini salah satu dampak dari kasus Covid-19 secara global yang melanda hampir seluruh negara. Meskipun di Indonesia tidak terlalu parah mengenai varian baru Omicron, namun tetap mempengaruhi nilai mata uang.

Data terbaru (Rabu, 29/12/2021) kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 194 kasus dan rata-rata perminggunya mencapai 183 kasus baru. Vaksinasi sendiri sudah dilakukan oleh Indonesia, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama mencapai 158,96 juta orang.

Sedangkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 112,28 juta jiwa, pemerintah Indonesia menargetkan vaksinasi sebanyak 208 juta jiwa penduduk Indonesia.

Baca juga : Hasil obligasi, dolar as melemah dan emas ikut jatuh

Gejolak Covid-19 ini membuat Rupiah terus bergerak pada kisaran Rp. 14.236 per dolar AS hingga Rp. 14.275 per Dolar AS. Sedangkan pada JISDOR Bank Indonesia, Rupiah melemah ke posisi Rp. 14.269/USD setelah sebelumnya berada di posisi Rp. 14.265/USD.

Sedangkan nilai mata uang Amerika Serikat ini mengalami kenaikan, setelah sebelumnya sempat dikhawatirkan akan turun di awal tahun baru. Namun, demikian para investor tetap waspada pada pergerakannya. Anda dapat melihatnya di broker hotforex.

Pergerakan yang tidak menentu ini dipastikan akan tersu berlangsung hingga awal tahun baru serta sebelum varian virus Omicron mereda yang mempengaruhi beberapa mata uang, termasuk nilai rupiah melemah turun.

Tinggalkan sebuah Komentar