Rupiah Menguat di Tengah Tertutupnya Pintu Negara – negara

rupiah menguatForex rupiah tengah menjadi mata uang yang perkasa pada awal pekan ini. Entah secara regional maupun secara global. Berdasarkan data yang didapat, mata uang rupiah tengah bertengger di posisi puncak dengan angka 0,23% pada Senin sore, 12 Juli 2021. Dengan harga sekitar Rp 14.473 per US$.

Perlu Anda ketahui pula bahwa rupiah sempat menduduki posisi level terbaik di angka Rp 14.407 per US$ sebelumnya. Dan dari data tersebut, didapatkan ada sebanyak tiga mata uang dunia yang tunduk pada rupiah. Pertama ialah mata uang dolar Australia di angka 0,57%, diikuti dengan mata uang euro di angka 0,41%.

Serta mata uang poundsterling di angka 0,56%. Bisa dikatakan bahwa forex rupiah menjadi tiada tandingannya di antara mata uang Asia lainnya. Karena rupiah yang tengah mendudukin posisi nomor satu di antara mata uang Asia lainnya di mata global.

Peringkat Mata Uang Asia di Mata Global

Berbicara mengenai peringkat forex mata uang di Asia, rupiah pada awal pekan ini tengah berada di posisi pertama. Yang diikuti oleh baht pada posisi kedua dengan angka 0,70%. Lalu pada posisi ketiga diduduki dolar Taiwan sebesar 0,37%, kemudian yen pada angka 0,31%, dan dolar Singapura pada angka 0,28%.

Baca Juga Disini : Pasar Fokus Powel Karena Mulai Menguatnya Dollar As

Selanjutnya diikuti pula oleh mata uang dolar Hongkong pada angka 0,27%, ringgit pada angka 0,23%, yuan pada 0,22%, serta won pada angka 0,16% di posisi terakhir. Tetapi beberapa kabar tak mengenakkan tengah datang menyelimuti pergerakan forex rupiah.

Yaitu data dari Worldometer yang menunjukkan bahwa Indonesia telah mencatat angka kematian akibat pandemi Covid-19 tertinggi di antara negara – negara dunia lainnya. Yaitu sebanyak 1.007 jiwa per harinya. Karena berita tersebut, maka banyak sekali negara – negara di dunia yang memilih menutup pintu untuk Warga Negara Indonesia.

Dari beberapa di antaranya ialah negara Singapura, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Hongkong, dan juga Eropa. Penolakan akan kedatangan WNI di negara – negara tersebut sengaja dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang tengah tinggi angka kematiannya di Indonesia.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar