Sejumlah Kurs Mata Uang Bereaksi Terhadap Melemahnya Dolar AS

Di hari Rabu ini tanggal 25 November, beberapa mata uang dunia mengalami pelemahan sementara sebagian yang lain menguat sampai tengah hari ini. Salah satu kurs mata uang yang melemah adalah Rupiah. Hingga pukul 11.38 WIB siang ini, Rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS senilai 0,02% di level Rp 14.158 per dolarnya setelah sebelumnya masih ada para level Rp 14.155 di penutupan sore kemarin dan hal ini juga disusul dengan mata uang yang lainnya.

dolar melemah hari ini

Dolar AS yang Melemah Berakibat Pada Pergerakan Kurs Mata Uang Asia

Di wilayah Asia, Rupiah ini mengalami pelemahan dengan kurs mata uang Baht Thailand yang melemah dengan persentase 0,15% dan juga Yen Jepang yang mengalami pelemahahan dengan nilai 0,03% pada dolar AS. Namun sebagian mata uang negara yang lainnya masih tetap menguat dan ada yang menguat setelah sebelumnya melemah. Won Korea masih menjadi pemimpin dalam penguatan nilai mata uang di wilayah Asia ini pada dolar AS dengan persentase kenaikan sebesar 0,53%.

Baca juga disini : Cara Menganalisa Pergerakan Krus Dollar dan Menjadikan Bisnis Untuk Menghasilkan Uang Menggunakan Broker Forex teregulasi Internasional.

Sementara itu, Yuan China juga mengalami penguatan dengan persentase senilai 0,21% disusul oleh dolar Taiwan yang meningkat dengan nominal 0,04%. Rupee India juga menguat di persentase yang sama seperti dolar Taiwan dan pesso Filipina mengalami penguatan dengan persentase 0,02%. Sementara dolar Hongkong juga meningkat dengan persentase 0,008% dan Ringgit Malaysia pun menguat yang paling akhir di wilayah Asia dengan persentase senilai 0,002% pada dolar.

Indeks dolar pun yang merupakan cerminan nilai tukar dolar pada mata uang yang utama berada pada level 92,08% dan mengalami penurunan setelah sebelumnya masih ada di posisi 92,22. Dolar AS diketahui masih mengalami pelemahan tipis meskipun pengembangan vaksin untuk virus Corona mengalami kemajuan dan ekspektasi mengenai stimulus fiskal dalam pemerintahan AS yang baru telah mendorong adanya peralihan arus keuangan dari greenback menuju aset beresiko.

Sejumlah pair mata uang pun juga bereaksi mengenai hal ini dimana sebagian ada yang mengalami penguatan dan sebagian mengalami penurunan. Sampai tengah hari ini, pair mata uang EUR/USD mengalami kenaikan tipis dengan persentase 0,08% pada level 1,1897. Sementara untuk pair mata uang GBP/USD mengalami penurunan dengan persentase 0,05% di level 1,3349. Sementara pair mata uang USD/JPY mengalami kenaikan yang tipis dengan persentase 0,05% pada level 104,49.

Baca juga disini : pergerakan krus mata uang dunia atas transisi pemerintahan AS

Kurs mata uang dolar AS dinilai akan mengalami penurunan terus dengan kemajuan vaksin dan adanya pencalonan Janet Yellen yang merupakan mantan Ketua Federal Reserve untuk menjadi menteri keuangan AS yang baru atas usulan dari Presiden terpilih AS yaitu Joe Biden. Penelitian pun menunjukkan jika vaksin virus Corona akan hadir sebelum akhir tahun dan berita ini langsung mendorong banyak saham AS menjadi menguat dan hal ini juga mengurangi minat dan daya tarik dolar AS sebagai safe haven.

Tinggalkan sebuah Komentar