Sterling Naik Terangkat Rebound Minat Risiko

Poundsterling naik, menjauh dari level rendah satu pekan terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Selasa malam ini. Tak hanya terhadap Dolar AS, mata uang Inggris tersebut juga unggul terhadap Euro seiring dengan kenaikan minat risiko yang meluas di pasar AS. Akibatnya, Dolar AS melemah.

GBP/USD naik 0.42 persen ke 1.3732 saat berita ini ditulis. Padahal sebelumnya, Pound sempat anjlok di awal sesi karena minat risiko yang berlanjut dari sesi Amerika ke sesi Asia.

GBP/USD 26 Januari

Akan tetapi, sentimen berbalik memasuki sesi Eropa. Pasar saham Eropa memggeliat dan saham-saham AS mendaki ke level tinggi merespon data pendapatan perusahaan yang menguat. Dolar AS pun berbalik turun dan mendorong mata uang-mata uang minat risiko untuk naik.

Ekspektasi besaran stimulus fiskal AS telah mendorong sentimen risiko di pasar dalam beberapa pekan terakhir. Pound mengambil keuntungan dari kabar tersebut dan naik ke level tinggi dua setengah tahun, berkebalikan dengan pelemahan Dolar AS.

Sterling Ungguli Euro

Sterling juga menguat terhadap Euro, dimana levelnya mencapai rekor tertinggi sejak bulan Mei 2020. Para analis menghubungkan perolehan Pound terhadap kasus perlambatan rollout vaksin COVID-19 di Uni Eropa daripada di Inggris. Pound naik 0.3 persen terhadap Euro, menuju level 88.60 pence.

“Inilah fungsi dari dinamika risiko secara luas. Jadi menurut saya, Sterling masih diperdagangkan lebih banyak saat orientasi risiko, ketimbang merespon cerita fundamental domestik Inggris,”

Jeremy Stretch. analis dari CIBC Capital Markets.

Di samping itu, data Pengangguran Inggris yang dirilis sore tadi menunjukkan kenaikan jumlah pengangguran. Persentase Tingkat Pengangguran Inggris untuk bulan November 2020 berada di 5.0 persen, lebih rendah daripada perkiraan 5.1 persen, meski lebih tinggi daripada data sebelumnya.

“Laporan pasar tenaga kerja Inggris tidak memberikan kejutan negatif pagi ini (pengangguran November sedikit lebih rendah vs ekspektasi, sementara pendapatan mingguan berubah lebih tinggi). Artinya, hari (ini adalah hari yang) tenang untuk Sterling,” kata tim analis ING dalam sebuah catatan. “Euro-sterling akan diperdagangkan di sekitar level 89 pence.”

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar