Sterling Terancam Profit-Taking karena Hal Ini

Berita baru terkait sterling terancam profit-taking, karena tingkat pengangguran Inggris  mengalami kemerosotan. Tepat pada tanggal 20 April 2021 telah muncul data tenaga kerja di Inggris yang melampaui ekspetasi. Dimana seharusnya hal ini menjadi dukungan kenaikan dari sterling.

Namun fakta yang muncul malah sebaliknya, pesatnya kenaikan ini membuat sterling justri malah terancam aksi profit-taking jangka pendek. Bahkan GBP/USD relative flat dekat dengan harga dari penutupan kemarin yakin di level 1.3980-an. Data-data tersebut diambil yakni bersumber ONS atau Office for National Statistics.

Menyebutkan bahwa pengangguran di negara Inggris merosot dari angka 5.0% menjadi 4.9%. Padahal dari data sebelumnya sempat menyebutkan bahwa angka ini diperkirakan akan naik hingga 5,1%. Menurut ONS yang dikutip dari SeputarForex angka ini menandakan pasar tenaga kerja Inggris mengalami kestabilan.

Baca juga disini : Yield Semakin Jatuh Membuat Dollar AS Tertekan

Terutama pada beberapa bulan terakhir ini. Sementara untuk para pakar sendiri juga memperkirakan skema tunjangan cuti pemerintah telah berkontribusi di stabilitas tersebut. Maka dari itu muncul desas-desus terkait sterling terancam profit-taking. Kepala Ekonom juga tidak mau ketinggalan untuk memberikan pendapatnya.

Menurutnya pasar dari tenaga kerja cukup tangguh atau kuat dalam menghadapi lockdowan di kuartal pertama dan memang sudah seharusnya berada di keadaan lebih baik pada musim panas. Sementara untuk perpanjangan skema furlough alias tunjangan bagi karyawan yang dirumahkan sementara waktu.

Terjadi hingga akhir September, dan ternyata hal ini mampu menumpas PHK yang rata-rata terjatuh pada bulan Februari 2021 ke rekor terendah dari Juli 2020. Terlepas dari data-data yang dirilis tersebut poundsterling terlihat cukup kesulitan untuk bisa naik ke tingkat level yang lebih tinggi.

Pasalnya GPB/USD masih tetap terkunci di level penutupan kemarin sampai tiga jam setelah data rilis. Kemungkinan besar kejadian ini terjadi karena aksi profit-taking jangka pendek sehingga tidak dapat memupus potensi bullish pound di berikutnya.

Disamping pemberitaan sterling terancam profit-taking masih terdapat sejumlah jadwal penting untuk pound dalam minggu ini. Diantaranya seperti pidato Gubernur BoE Andrew Bailey dan data perilisan ritel serta PMI.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar