Tekanan Ekonomi Inggris, Membuat Para Investor Khawatir

Tekanan Ekonomi InggrisBila kita berbicara mengenai tekanan ekonomi Inggris, ternyata sudah dalam tahap buruk. Bahkan banyak ahli menyebutkan banyak potensi negatif muncul. Terlebih masuk kawasan Britania Raya yang termasuk besar.

Karena takut dengan risiko kurang bersahabat, akhirnya banyak pembisnis forex melalui broker forex terpercaya mulai waspada. Mereka mencari ide atau cara terbaru supaya dapat terus bertahan. Tentunya dengan persaingan yang juga ikut menghalangi.

Brexit Menjadi Alasan Tekanan Ekonomi Inggris

Ekonomi yang terus memburuk di negeri Ratu Elizabeth disebabkan banyak faktor. Misalnya yang terjadi beberapa hari lalu yaitu net short. Hal ini muncul atas penempatan modal opsi pound serta futures.

Situasi ini sendiri memperburuk negosiasi Brexit yang sudah terjadi sebelumnya. Akhirnya banyak krisis terjadi tanpa bisa dibendung. Mulai dari pasokan sampai energi yang sekaligus menyeret sentimen pasar

Banyaknya kondisi kurang baik, kemudian Bank of England mencari jalan keluar paling bijak. Tidak lain dengan cara menaikkan sedikit suku bunganya. Tapi sayangnya membuat ekonomi malah semakin melemah.

Baca juga : Emas melemah 2% berubah menjadi no man’s land

Selanjutnya diperkirakan akan lebih banyak risiko negatif akan dihadapi Inggris. Misalnya saja kebutuhan listrik atau gas berlipat ganda. Belum lagi dengan naiknya suku bunga, kemungkinan dapat menarik inflasi.

Kondisi inflasi ini diperkirakan akan sangat tinggi dalam kurun waktu 9 tahun terakhir. Belum lagi jika nanti Bank of England mengeluarkan kebijakan keliru. Maka ketidakpastian kondisi pasar semakin memburuk.

Bayangan Ekonomi yang Dinilai Tambah Gelap

Buruknya masa depan ekonomi Inggris semakin membesar karena disertai dengan masalah lain. Misalnya ada laporan negatif mengenai penjualan ritel. Bahkan selama empat bulan terakhir ini sangat rendah.

Menurut data, penurunan nilai jual pasar ini terburuk sepanjang 25 tahun terakhir. Maka dari itu warga biasa maupun investor berharap fluktuasi segera menghilang. Apalagi kurs poundsterling hanya 1,37 USD.

Sudah menjadi nilai tukar tetap pada beberapa bulan lalu. Tetap ada prediksi kalau nilainya bakal terus sama sampai akhir tahun. Terlebih jika pihak pemerintah maupun bank negara tidak bergerak.

Tidak menutup kemungkinan banyak investor memilih mundur dari investasinya. Atau bahkan disimpan dalam waktu lama sampai ekonomi menguat. Tergantung juga dengan pola pikir dan situasi investasinya.

Tapi peluang kondisi seperti ini tetap ada disebabkan gagalnya indeks FTSE mengikuti pasar internasional. Penurunan cukup signifikan yaitu mencapai 1%. Tidak heran kalau tekanan ekonomi Inggris menguat terus.

Tinggalkan sebuah Komentar