Teknik Trading dengan Supply Demand, Fibonacci, Trendline, Support Resistance

Di dalam dunia trading forex, ada banyak hal yang harus Anda pahami. Bahkan sebenarnya trading forex bukan sekedar buy dan sell saja. Banyak bagian yang harus dipahami dan semuanya juga saling berhubungan. Jika mampu memahami semua hal itu, Anda bisa menjalankan bisnis trading forex dengan mudah. Beberapa diantaranya adalah modal, Money Management, teknik dan masih banyak lagi.

Salah satu bagian dari trading yang tidak kalah penting dibandingkan dengan modal adalah teknik trading. Bahkan jika Anda tidak memahami dengan baik masalah teknik trading bisa menyebabkan kerugian atau bahkan bisa sampai mengalami kebangkrutan. Ada banyak sekali teknik yang bisa Anda coba untuk menentukan kapan harus masuk dan keluar dari posisi pasar.

Beberapa Teknik Dasar Trading Forex

  1. Supply Demand

Salah satu teknik yang sebenarnya merupakan teknik inti dari trading forex adalah teknik Supply and Demand. Teknik ini menjadi salah satu ilmu dasar karena terkait dengan ilmu ekonomi yaitu permintaan dan penawaran. Karena pada dasarnya pergerakan harga di pasar keuangan tidak lepas dari hukum permintaan dan penawaran. Oleh sebab itu, teknik ini menjadi dasar ketika menganalisa pasar forex.

Baca disini : Tips Memilih Broker Forex Untuk Scalping

Ketika menggunakan teknik supply and demand, Anda perlu memahami cara masuk ke dalam pasar. Supply and demand adalah kawasan dimana investor sedang bingung ketika berada di beberapa titik harga tertentu. Jika Anda melihat pada chart, maka terlihat candlestick yang sejajar atau tidak ada trend yang terjadi. Pada titik itulah Anda harus mengawasi apakah harga akan terus atau justru membalikkan posisi.

Titik itu disebut juga dengan titik sideways atau berkonsolidasi. Karena pada titik itulah terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran yang disebut juga dengan nama zona equilibrium. Perlu ada dorongan pada salah satu antara permintaan atau penawaran agar bisa menembus zona sideways tersebut.

Nah teknik supply and demand memanfaatkan zona tersebut untuk masuk ke dalam pasar. Cobalah memperhatikan pada titik sideways dan buatlah batas bawah dan batas atas pada area tersebut. Ketika Anda melihat pergerakan harga naik atau turun dan menembus batas itu, maka bukalah posisi sesuai arah penembusan.

Area itu juga biasa dimanfaatkan mencari pemantulan lanjutan. Jadi ketika area sideways berhasil ditembus misalnya naik dan cukup tinggi, ketika harga turun maka bisa kembali mengunjungi area tersebut. Ketika kondisi itu terjadi, perhatikan lagi apakah zona itu berhasil ditembus atau justru memantul dan kembali naik.

  • Fibonacci

Teknik selanjutnya yang juga sering digunakan adalah teknik Fibonacci. Teknik ini biasanya akan menggunakan indikator fibonacci retracement atau juga fibonacci expansion. Indikator yang paling sering digunakan adalah fibonacci retracement. Indikator ini adalah sebuah indikator yang menampilkan angka-angka magic yaitu dari 0, 23,6, 38,2, 50,0, 61,8, 100,0, 161,8, 261,8 dan seterusnya.

Teori utama untuk teknik ini adalah harga biasanya akan mampu memberikan respon ketika berada di level angka 61,8. Namun beberapa level angka yang lainnya juga bisa direspon oleh harga yang bergerak naik atau turun. Posisi-posisi itu membuat Anda bisa lebih mudah dalam memprediksi arah harga selanjutnya.

Baca disini : Mengenal Analisa Teknikal dan Fundamental

Cara untuk mengaplikasikan teknik ini juga sangat mudah sekali. Cobalah untuk mencari salah satu Time Frame yang ingin Anda analisa. Misalnya pada Time Frame H4, maka carilah satu ayunan harga yang cukup jelas dalam satu trend. Misalkan ada trend yang naik dengan signifikan dalam satu ayunan dan tiba-tiba mengalami penurunan. Tariklah garis Fibonacci titik 0,0 di bagian atas trend dan titik 100 di titik bawah trend.

Kemudian teorinya harga akan mengalami pembalikan ketika turun dan mencapai angka 61,8. Teknik ini membuat analisa menjadi lebih mudah dan meminimalisir risiko kerugian yang bisa terjadi. Karena Anda bisa memasang titik Stop Loss tepat di bawah level 61,8. Jika level itu ditembus, bisa dipastikan harga akan kembali mengalami kenaikan.

Untuk mendukung teknik ini, pastikan pada level 61,8 di sisi kirinya terhadap area-area supply and demand. Sehingga pada titik tersebut bisa dipastikan bahwa hrga mampu memberikan respon yang jelas. Apakah akan memantul di 61,8 atau justru menembus.

  • Trendline

Teknik selanjutnya yang juga tergolong sangat sederhana dan mudah dalam penggunaanya adalah teknik menggunakan trendline. Dari namanya saja Anda pasti juga sudah bisa menduganya bahwa teknik ini merupakan cara masuk ke dalam pasar dengan melihat arah trend. Untuk bisa melihat arah trend itu, biasanya akan menggunakan garis trendline untuk memastikannya.

Cara penggunaannya sangat mudah sekali. Pertama Anda harus mencari sebuah arah pergerakan harga naik atau turun yang cukup jelas. Pasanglah garis trendline itu pada sisi atas chart dan sisi bawah chart. Jika harga itu memang sedang pada satu trend, maka biasanya garis trendline di sisi bawah dan sisi atas tidak akan ditembus.

Ketika berhasil menembus maka itu bisa dikatakan trend akan mengalami pergantian. Untuk mengambil posisi perdagangan, Anda bisa menunggu harga menembus salah satu garis trendline kemudian mengambil. Selain itu Anda juga menunggu pembalikan harga ketika memantul dari salah satu sisi trendline.

baca disini : Pentingnya Memilih Broker Forex Teregulasi Resmi

  • Support Resistance

Ada juga teknik support resistance yang juga merupakan teknik dasar yaitu support resistance. Jika melihat dari teori, sebenarnya teknik sama dengan supply and demand. Karena pada titik support resistance terhadap area-area supply and demand. Namu perbedaanya titik support resistance hanya terletak di titik paling tinggi dan titik paling rendah atau puncak dan lembah.

Untuk menggunakan teknik ini caranya juga terbilang cukup mudah, namun jika Anda terus menerus menggunakan teknik ini maka keahlian teknik support resistance bisa lebih meningkat. Cara untuk masuk ke dalam pasar dengan teknik ini sangat mudah sekali.

Pertama cobalah perhatikan ketika harga mengalami penurunan yang dalam dan kemudian naik, maka membentuk level support atau lembah. Kemudian saat harga naik dan lalu turun maka membentuk resistance atau puncak. Cara masuknya perhatikan ketika ada support atau lembah di sebelah kiri dan harga sedang mengalami penurunan.

Jika support itu kuat maka Anda bisa memasang posisi buy pada level tersebut dengan harapan harga akan naik lagi. Tapi jika lemah maka support akan ditembus. Nah ketika berhasil ditembus, biasanya akan support itu akan menjadi resistance.

Untuk posisi sell, perhatikan pada titik resistance yang ada di sebelah kiri. Ketika harga naik dan mendekati level resistance tersebut maka perhatikan apakah harga akan memantul atau justru menembus. Jika memang menembus maka titik resistance tersebut akan berubah support. Intinya adalah dengan teknik ini untuk masuk ke dalam pasar hanya fokus pada lembah dan puncak atau support dan resistance.

Teknik ini juga sangat sering sekali dikombinasikan dengan teknik-teknik lain untuk mencari konfirmasi harga. Ketika memang benar-benar diprediksi ada titik support yang kuat dan diharapkan memantul, maka akan mencari konfirmasi dari teknik lainnya.

Beberapa teknik di atas bisa Anda terapkan untuk menjalankan aktivitas bisnis trading forex. Tentunya untuk bisa meningkatkan kemampuan dalam menggunakan berbagai teknik, Anda harus terus menggunakan teknik itu dan mempelajarinya cukup lama. Sehingga Anda bisa membentuk sebuah intuisi tersendiri dengan teknik tersebut.

Tinggalkan sebuah Komentar