Teknik Trading Hedging, Martingale, Averaging, Korelasi, Chart Pattern

Untuk bisa menjalankan bisnis trading forex dengan baik, Anda perlu memahami beberapa hal utama. Sehingga bisnis trading bisa Anda jalankan dengan mudah dan meminimalisir kerugian. Karena harus diingat bahwa bisnis trading forex adalah bisnis pengelolaan risiko. Dengan mengatur risiko yang lebih terjaga, maka secara otomatis keuntungan bisa datang.

Salah satu bagian yang sangat penting adalah teknik. Tanpa adanya teknik maka bisnis trading forex cukup sulit untuk dijalankan. Dengan mempelajari beberapa teknik, Anda bisa membaca kemana harga akan bergerak dan tentunya bisa meminimalisir risiko.

Teknik Trading Di Dalam Pasar Forex

  1. Hedging

Teknik hedging sebenarnya bukan merupakan salah satu teknik untuk masuk ke dalam pasar forex. Tapi teknik ini menjadi teknik pendamping ketika masuk ke dalam pasar forex. Karena hedging secara umum memiliki tujuan untuk melindungi nilai ketika sedang masuk ke dalam pasar. Jadi ketika Anda sedang memasang posisi buy, maka akan dilawan dengan posisi sell.

Tujuan dari penggunaan teknik hedging ini untuk bisa menghindari kerugian jika prediksi pergerakan arah pasar tidak sesuai dengan harapan. Karena banyak juga para trader yang tidak mau menutup posisi meski arah pasar sudah tidak sejalan dengan prediksi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal ini bisa menggunakan teknik hedging.

Secara teori jika Anda memasang posisi sell dan harga justru naik maka akan ditutup dengan aksi buy. Lalu posisi buy itu akan ditunggu sampai pada level tertentu dan kemudian ditutup jika harga diprediksi akan turun. Nah untuk posisi sell yang masih tertahan tadi akan ditunggu sampai harga turun mendekati posisi awal dan kemudian ditutup.

Baca Juga Disini : Pentingnya Memilih Broker Forex Teregulasi Resmi

Sayangnya teknik ini bisa dikatakan sangat berisiko dan perlu mental yang sangat kuat. Karena Anda harus bisa memikirkan kapan posisi kunci buy dan sell itu bisa dilepaskan. Jika salah memprediksi maka kerugian bisa akan semakin besar dan tidak terkendali.

  • Martingale

Selanjutnya ada juga Martingale yang juga bukan merupakan teknik masuk ke dalam pasar forex. Teknik Martingale dikenal sebagai pengelolaan posisi atau disebut juga dengan manajemen probabilitas atau kemungkinan keberhasilan posisi. Sebenarnya teknik ini juga membutuhkan mental yang cukup kuat. Karena akun trading akan dalam posisi kerugian yang cukup besar.

Jika dilihat dari teorinya, ketika Anda memasang posisi transaksi dengan lot x dan hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya lot x itu digandakan atau menjadi lot 2x. Kondisi itu akan terus berlanjut sampai mampu menutupi semua kerugian. Karena Anda akan terus merasakan kerugian yang besar, maka harus menyiapkan modal yang cukup besar dengan pengaturan lot yang kecil. Agar teknik Martingale bisa dijalankan dengan mudah tanpa ada ketakutan.

Contohnya ketika ada menargetkan 5 kali transaksi dengan modal $5000 dan target SL dan TP sebesar 50 poin. Transaksi pertama Anda masuk dengan 0,10 lot dan 500 poin jadi rugi $50. Transaksi yang kedua masuk dengan lot 2 kali lipat yaitu 0,20 lot dan 500 poin jadi akan rugi $100.

Transaksi yang ketiga masuk dengan besaran lot 2 kali lipat dari transaksi dua yaitu 0,40 dan 500 poin maka akan rugi $200. Lalu transaksi keempat masuk lot 2 kali dari sebelumnya jadi 0,80 dan 500 poin jadi akan rugi $400. Kemudian baru pada transaksi kelima masuk lot 1,60 lot dan 500 poin berhasil TP maka untung $800. Dari semua transaksi dari transaksi 1 sampai 4 maka rugi $750 dikurangi profit $800 maka Anda masih untung $50.

Baca Juga Disini : Keuntungan Memilih Broker Spread Rendah

Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk bisa menutupi kerugian yang terjadi sebelumnya. Ketika Anda masuk pada transaksi pertama dan loss dan pada transaksi kedua berhasil profit, maka Anda berhasil menutup kerugian transaksi pertama dan keuntungan.

  • Averaging

Averaging sebenarnya juga bukan merupakan cara untuk masuk ke dalam pasar forex. Karena teknik Averaging ini lebih cenderung menjadi cara meminimalisir kerugian saat harga bergerak tidak sesuai rencana. Jadi ketika Anda menggunakan teknik ini ketika sedang dalam posisi sell dan harga justru naik, akan ada posisi sell yang ditambahkan lagi di atas posisi awal.

Tujuannya adalah untuk bisa meminimalisir kerugian dengan harapan harga memang benar akan mengalami penurunan. Karena dengan memasang posisi sell yang lebih tinggi, jika harga turun maka profit juga bisa lebih cepat menutup kerugian dari posisi sell yang ada dibawahnya. Biasanya jumlah lot juga akan terus ditingkatkan jika pergerakan harga semakin jauh dari prediksi awal.

  • Korelasi

Teknik selanjutnya adalah korelasi yang menjadi salah satu teknik yang menarik untuk masuk ke dalam pasar forex. Korelasi memanfaatkan adanya hubungan antara satu pasangan mata uang atau pair dengan pair yang lainnya. Contohnya pair GBPJPY yang dibangun dari pair USDJPY dan GBPUSD. Maka ketika GBPUSD naik bisa dipastikan GBPJPY mengalami kenaikan juga. Disaat USDJPY naik maka GBPJPY bisa mengalami penurunan.

Ada juga EURJPY yang dibangun atas pair EURUSD dan USDJPY. Cara membacanya juga sama seperti pada GBPJPY di atas. Selain itu ada juga beberapa pair yang memiliki korelasi positif. Pada pair USDCHF juga cenderung senada dengan USDJPY karena Franc Swiss dan Yen Jepang bertindak sebagai safe haven. Namun sebenarnya ada banyak sekali korelasi antara beberapa pair di pasar forex. Anda bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut di internet. Karena ada penjelasan lebih lengkapnya.

  • Chart Pattern

Chart Pattern merupakan teknik masuk ke dalam pasar forex yang unik dan sangat menarik untuk dipelajari. Karena para pemain lama di pasar forex dunia mempelajari dan berhasil menemukan bahwa pergerakan chart selalu akan berulang-ulang dan sejarah cenderung akan terulang kembali di kemudian hari.

Dari situlah disimpulkan ada beberapa chart pattern atau pola chart yang akan menjadi sinyal arah pergerakan harga selanjutnya. Ketika chart pattern itu mulai terbentuk, maka Anda tinggal menunggu harga bergerak senada dengan teori pada chart pattern.

Ada banyak sekali chart pattern yang bisa Anda pelajari namun secara sederhana ada dua yaitu pattern pembalikan atau reversal pattern dan pattern penerusan atau continuation pattern. Kemudian secara luas ada juga chart pattern lainnya seperti Head and Shoulder, Double Top, Double Bottom, Triple Top da Triple Bottom, Failing Wedge, Rising Wedge, Rounding Bottom, Flag, Pennant, Simetrik Triangle, Ascending Triangle, Descending Triangle, Cup With Handle, Rectangle dan masih banyak lagi.

Lihat Juga Disini : Broker Forex Terbaik dan Terpercaya Untuk Trader Indonesia

Ada banyak sekali teknik-teknik trading yang bisa Anda coba untuk masuk ke dalam trading forex atau untuk teknik pendamping. Anda bisa menggunakan teknik khusus seperti Averaging, Hedging dan Martingale untuk kondisi-kondisi pasar yang khusus. Sehingga dengan mempelajari semua teknik ini, Anda bisa memaksimalkan aktivitas trading forex dan bisa mendorong keuntungan yang lebih besar serta menurunkan peluang kerugian.

Tinggalkan sebuah Komentar