Testimoni Yellen Sebagai Kandidat Menteri Keuangan AS

Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari calon Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, dalam testimoni dengar pendapat di hadapan Senat AS Selasa (19/Januari) kemarin. Beberapa diantaranya:

  • Kenaikan Pajak Dalam Jangka Panjang
    Yellen mengkarakterisasi Presiden AS yang baru dilantik, Joe Biden, sebagai orang yang mendukung kenaikan pajak. Kelak, pajak yang lebih tinggi akan dikenakan kepada warga dan perusahaan AS yang tergolong sejahtera. Hal itu dilakukan untuk membiayai agenda-agenda Biden, termasuk dana bantuan dampak pandemi senilai triliunan Dolar AS.
  • Kewarasan Fiskal, Tetapi Tidak Sekarang
    Yellen mengatakan bahwa akan ada waktu untuk membicarakan masalah utang dan defisit. Namun, hal itu tidak akan dilakukan kecuali ekonomi sudah pulih dari pandemi. “Menteri Keuangan harus bersuara tentang kewarasan fiskal. Saya berjanji akan melakukannya. Keuangan kita perlu dijalankan dalam kelanjutan yang lebih panjang,” kata Yellen.
  • Masih Tegas Pada China
    Pendahulu Yellen, Mnuchin, menghabiskan sebagian besar masa jabatannya untuk mengurusi konflik pemerintah AS dengan China. Negosiasi dengan Beijing sebagian besar tidak membuahkan hasil. Tarif Trump di China tidak berpengaruh apa pun untuk menurunkan ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara.


  • Yellen mengatakan pemerintahan baru akan tetap fokus untuk membuat China mengubah caranya, meskipun Biden kemungkinan besar akan menghindari strategi sepihak yang digunakan Trump. Biden kemungkinan akan lebih memilih untuk “bekerja dengan sekutu kami” dalam upaya tersebut.
  • Mendukung Dolar AS
    Pernyataan mengenai mata uang ini adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh pasar forex. Berkebalikan dengan Trump yang menyerukan preferensi pada pelemahan Dolar AS, Yellen mengatakan bahwa pemerintahan yang beru ini lebih menginginkan mata uang yang stabil. Harganya harus ditentukan oleh kekuatan pasar.

    “Amerika Serikat tidak mencari mata uang yang lebih lemah untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, dan kita harus menentang upaya negara lain untuk melakukannya,” katanya. “Penargetan nilai tukar yang disengaja untuk mendapatkan keuntungan komersial tidak dapat diterima.” tegas Yellen sesuai dengan ekspektasi sejumlah analis.
  • Lebih Banyak Stimulus
    Yellen tidak secara gamblang menyebut besaran stimulus yang diperlukan Amerika Serikat seperti yang dilakukan Biden. Namun, ia mengakui bahwa stimulus akan menjadi salah satu fokusnya dalam menjalankan tugas nanti.

    “Ini akan menjadi fokus utama saya jika saya dikukuhkan sebagai Menteri Keuangan. Saya akan fokus pada kebutuhan pekerja Amerika, mereka yang tinggal di kota dan daerah pedesaan, dan untuk memastikan bahwa kita memiliki ekonomi yang kompetitif yang menawarkan pekerjaan dan upah yang baik,” tutur Yellen.

Tinggalkan sebuah Komentar