USD Akhirnya Turun Akibat Melemahnya Yields AS

USD Akhirnya turun dari level tertingginya pada hari Kamis 5 Oktober 2023 padahal mata uang amerika serikat tersebut sempat naik selama beberapa kali di awal perdagangan minggu ini. Salah satu penyebab utamanya adalah rilisnya data ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa datanya melemah.

USD Akhirnya Turun Akibat Melemahnya Yields AS

Melemahnya data ketenagakerjaan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi yield dari treasury amerika serikat. Walau treasury AS sempat dikabarkan memiliki nilai yang terus melonjak pada awal minggu ini, terjadi perubahan dalam perdagangan hari Kamis 5 Oktober 2023.

Pada perdagangan hari KamisĀ  data dari exness website dikabarkan treasury atau imbal hasil dari obligasi negara Amerika Serikat mengalami perlemahan. Salah satu penyebabnya adalah rilis data yang menyatakan bahwa melemahnya ketenagakerjaan Amerika Serikat dalam satu minggu terakhir.

Lemahnya Data Payrolls Sebabkan USD Akhirnya Turun

Pada pukul 14.40 WIB sendiri data indeks dollar melacak terjadinya greenback pada mata uang lainnya di seluruh dunia. Berdasarkan data tersebut ditemukan bahwa nilai yang diperdagangkan oleh USD turun sebesar 0,1% dan mundur dari level tertinggi pada 11 bulan sebelumnya.

Pada hari rabu terdapat rilis data yang menunjukkan payrolls swasta pada Amerika Serikat meningkat jauh lebih tinggi daripada perhitungan sebelumnya. hal tersebut menjadi salah satu pengaruh mengapa USD akhirnya turun karena mendinginnya pasar ketenagakerjaan AS.

Mendinginnya pasar ketenagakerjaan tersebut secara tidak sengaja juga membuat Federal Reverse menjadi ragu terkait suku bunga banknya. Akibat keraguan tersebut membuat federal reverse cenderung menaikkan suku bunga bank lagi untuk tahun ini demi menekan treasury.

Dollar Cenderung Kuat Baru-Baru Ini

Turunnya USD karena baru-baru ini dalam perdagangan https://brokerindofx.com/ seluruh dunia mencatat penguatan dari dollar amerika serikat. Penguatan tersebut ditunjang oleh adanya perilisan data-data keuangan tanpa henti dan menyebalkan timbulnya nada hawkish tersendiri.

Timbulnya nada tersebut menyebabkan Federal Reverse memutuskan untuk tetap menaikkan suku bunga baknya pada tahun ini. Adanya perubahan suku bunga tersebut membuat obligasi dari bank milik Amerika Serikat menjadi sulit untuk dijual karena nilainya terlalu tinggi.

Akibatnya karena obligasi sulit untuk dijual membuat imbal hasilnya menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan timbulnya perdagangan dengan sangat hati-hati menjelang rilisnya data payrolls nantinya.

Karena melemahnya dollar menyebabkan mata uang eropa mengalami kenaikan. Hal ini timbul dari hasil keputusan Federal Reverse terkait suku bunga bank yang menyebabkan USD akhirnya turun dari titik tertingginya.

 

Tinggalkan sebuah Komentar