USD Cenderung Melemah Akibat Statement Federal Reserv

Ternyata dampak statement Powel belum habis sehingga masih membuat USD cenderung melemah. Statement powel terkait bagaimana negara paman sam akan kenaikan plafon utang berbuntut cukup buruk.

USD Cenderung Melemah Akibat Statement Federal Reserve

Kegagalan mereka dalam menghandle kerjasama dengan empat negara membuat gairah investor cenderung lesu. Akibatnya kecenderungan mata uang negara paman sam turun bahkan hingga 0.1 persen.

Potensi seperti ini kemungkinan masih akan terus terjadi sampai pada minggu depan. Melihat bagaimana negosiasi lanjutan antara federal reserve dengan negara-negara lainnya dalam mencari titik tengah atas deal tersebut.

Entah apa yang dipikirkan oleh powel saat mengeluarkan statement tentang plafon utang tersebut. Secara otomatis gagalnya deal dan statement tersebut menjadi pemicu mengapa perdagangan dolar cenderung sepi.

Federal reserve memang kembali mengambil langkah defensif dan tidak ingin terlalu gegabah dalam meningkatkan gairah ekonomi. Mungkin hal tersebut dipicu karena ingin menekan inflasi tahunan kembali pada angka dua persen.

Belum Selesai, USD Cenderung Melemah dengan Gagalnya Deal

Lagi-lagi memang perwakilan partai republik dari negara paman sam enggan menaikkan plafon utang. Pandangan mereka terhadap ekonomi luar negeri memang cukup konservatif sehingga membuat gairahnya sedikit kurang.

Dengan pendekatan seperti itu tidak mengherankan jika USD cenderung melemah dalam dua sampai tiga hari ke depan. Minggu depan kabarnya pembahasan mengenai plafon utang ini akan kembali dilakukan.

Namun kita masih tidak tahu bagaimana nantinya pengaruh jangka panjang dalam kebijakan tersebut. Untuk minggu ini sendiri memang kecenderungan dolar masih kurang bergairah melawan mata uang lainnya.

Para website fbs terbaru tentu saja masih menggunakan USD sebagai salah satu acuan dalam melihat pergerakan ekonomi. Bahkan pada kondisi kurang menguntungkan seperti ini jelas USD tetap berdampak pada mata uang lainnya.

Apabila kita meninjau USD cenderung melemah terkait kebijakan defensif kali ini jelas Amerika tidak ingin terlalu gegabah. Bagaimana upaya mereka dalam menanamkan nilai inflasi tahunan kembali pada angka dua persen tentu cukup sulit.

Meskipun terjadi tendensi penurunan kekuatan namun perkiraan GBP/USD kemungkinan masih flat tidak terjadi perubahan signifikan. USD/JPY kemungkinan akan turun sampai 0.1 persen selama beberapa hari ke depan seperti yang sudah diprediksi oleh pakat trading forex terpercaya.

USD/CNY naik menjadi 0.2 persen melihat bagaimana POTUS menginginkan perbaikan hubungan bilateral dua negara tersebut. Dalam beberapa hari kemungkinan USD cenderung melemah masih akan terjadi.

 

Tinggalkan sebuah Komentar