Yen Jepang Menguat Akibat Optimisme Akan Vaksin Covid-19 yang Menurun

Hari ini Jumat 13 November, mata uang negeri Sakura yaitu Yen Jepang semakin menguat dan ini dikarenakan investor mulai masuk kembali menuju mata uang safe haven yang disebabkan oleh rasa khawatir mereka akan hasil uji coba positif calon vaksin Covid-19 yang dinilai masih belum cukup cepat dalam memulihkan adanya dampak negatif dari perekonomian yang ada di Amerika Serikat dan Eropa bahkan beberapa pair mata uang lainnya pun ikut berpengaruh.

vaksin covid 19

Baca juga disini : Bisnis Online Paling Ideal Dimasa Pandemi Covid 19

Vaksin Covid-19 yang Tak Kunjung Tersedia Buat Sejumlah Pair Mata Uang Bergejolak

Pair mata uang USD/JPY semakin lemah sekitar 0,20% pada 104,91 sesuai dengan sumber Forex pagi ini pukul 10.26 WIB. Sementara itu, untuk pasangan mata uang EUR/USD masih tetap stagnan pada level 1,1805 dan juga GBP/USD tetap stabil pada posisi 1.3114. Sementara itu, hingga di pukul 10.27 WIB, rupiah kembali melemah dan bergerak turun hingga 0,30% di posisi 14.182,5 per dolar. Seperti yang dilansir oleh Reuters hingga hari ini, pergerakan pair mata uang menjelang akhir pekan ini dipicu oleh Pfizer yang memberikan pengumuman di awal pekan jika mereka sudah mengembangkan adanya vaksin Covid-19 yang tingkat efektivitasnya 90%.

Di minggu ini, Yen memang masih mengalami penurunan sekitar 1,5% dari dolar namun kenaikan yang terbaru untuk mata uang negeri Sakura ini bersama dengan mata uang beresiko yang melemah memberikan indikasi bahwa pasar masih mencoba untuk berhati-hati di dalam kondisi seperti sekarang ini. Di wilayah Amerika Serikat dan Eropa, kemunculan gelombang kedua dari pandemi virus Corona ini mendorong kemunculan kembali pemberlakuan pembatasan untuk dapat menghentikan penyebaran virus tersebut.

Sentimen itulah yang membuat market pun seolah mengabaikan adanya kabar baik dari peningkatan pertimbuhan kawasan Euro yang dirilis saat ini. Kepala bank sentral pun memberikan peringatan jika krisis ini masih dapat berlanjut bahkan sampai sekarang berkat Pfizer mengumumkan sampai awal pekan depan hasil uji coba sudah menunjukkan kemanjuran dari vaksin yang dikembangkan bersama dengan perusahaan BioNTech asal Jerman. Namun masih ada pula ketidakpastian dari vaksin ini khususnya dari segi produksi dan distribusinya.

Baca juga disini : Menjadikan Peluang Bisnis Trading Forex Menjadi Penghasilan Utama

Sementara pergerakan dari mata uang dalam negeri yaitu Rupiah menjelang akhir pekan ini dinilai masih menguat daripada penutupan yang dilakukan Kamis kemarin. Sesuai dengan data yang dilansir oleh Bloomberg, rupiah masih menguat saat ini dibandingkan dengan Kamis kemarin hanya ada pada level Rp 14.150 per satu dolarnya. Menurut Ariston Tjendra yang merupakan Kepala Rizet Monex Investindo Futures, mata uang rupiah ini akan terus terpengaruh dengan adanya kasus Covid-19 yang makin tinggi khususnya di Amerika Serikat.

Sementara kasus semakin tinggi, vaksin Covid-19 pun masih belum tersedia sama sekli sehingga tentu akan menghambat jalannya pemulihan ekonomi di negara tersebut dan faktor inilah yang akhirnya mendorong dolar AS menurun dengan nilai tukar sebagian mata uang yang lainnya.

Tinggalkan sebuah Komentar