Yield US Treasury Stabil Kembali, Dolar Naik Tipis

Dolar AS menguat lagi setelah yield obligasi US Treasury kembali stabil ditopang harapan terhadap stimulus fiskal pemerintahan Biden. Di sesi perdagangan Kamis (14/Januari) malam, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di 90.521, naik 0.2 persen dari sesi sebelumnya. Sedangkan Euro yang kemarin melemah pasca Pidato Lagarde ECB, kini menambah pelemahan tipis dan diperdagangkan di 1.2550.

Yield obligasi bertenor 10-tahunan pemerintah AS kembali naik, setelah Biden diekspektasikan akan mengajukan proposal rancangan paket stimulusnya pada hari ini. Tujuannya adalah menjadi lompatan awal perekonomian di era pemerintahannya di tengah pandemi.

Anggaran yang diajukan disebut-sebut akan mencapai $1.5 triliun dan dapat digunakan untuk membantu komunitas minoritas. Para investor tinggal menunggu rincian rencana dana bantuan pandemi Biden.

Isu tersebut membantu menguatkan Dolar AS dan mendorong naik yield obligasi AS. Sejak awal bulan ini, yield obligasi AS bertenor 10-tahunan diketahui melonjak hingga 20 basis poin.

“Dengan sektor ketenagakerjaan yang sedang berjuang ekstra keras, ada pendapat bahwa kita dapat mendorong naik angka stimulus lebih tinggi,” kata Edward Moya dari OANDA. “Pada akhirnya, pasar akan lebih mengantisipasi apa yang akan didapatkan dengan stimulus yang bertambah ketimbang mengekspektasikan capaian 100 hari awal pemerintahan Biden. Ini akan membuat Dolar AS menguat.”

Pasar Sudah Ancang-Ancang, Kenaikan Dolar Akan Terbatas

Dolar AS menguat selama enam dari tujuh sesi perdagangan. Prospek tambahan stimulus ekonomi, telah membebani saham (bond) pemerintahan AS, dan melambungkan yield ke atas 1 persen untuk pertama kalinya sejak Maret 2020. Ekspektasi pasar terhadap stimulus memang sangat tinggi, tetapi para analis yakin bahwa tambahan anggaran sudah diantisipasi.

“Kami merasa bahwa (kebijakan) fiskal sudah bukan lagi kucing dalam karung: pasar sudah sangat dikejutkan setelah penyesuaian harga (pasar forex) yang terjadi pada pekan lalu,” kata para analis ING. “Lingkup bagi reflasi perdagangan untuk dimulai kembali berdasarkan pengumuman ini saja, hanya terbatas.”

Benjamin Meman, Kepala Investasi di Edmond de Rothschild, juga waspada. Ia mengatakan, ada kemungkinan Biden harus mengurangi ambisi stimulusnya untuk mendapatkan kembali rencananya melalui Kongres.

Tinggalkan sebuah Komentar