Segepok Mata Uang Asia Melemah, Antisipasi Fed Masih Panas

Segepok mata uang Asia melemah pada pembukaan pasar pekan ini, Senin (12/6/2023). Dimana trader memang cenderung pilih dolar AS, khususnya jelang banyaknya isyarat penting mengenai kebijakan moneter Amerika minggu ini.

mata uang asia melemah

Hasil kesimpulan rapat the Fed hari Rabu besok masih jadi fokus. Sementara itu yuan China tidak terlepas dari penurunan akibat ekspektasi yang meningkat terhadap pemangkasan suku bunga.

Baca juga : Keputusan The Fed, Beri Sinyal Teruskan Kenaikan

Jelang Kesimpulan Rapat The Fed,  Segepok Mata Uang Asia Melemah Secara Kompak

Bank Sentral Amerika diperkirakan akan pertahankan suku bunganya pasca naik pada setahun belakangan. Sehingga pasar juga masih waspada menunggu langkah atau kejutan yang diambil Hawkins. broker octafx

Saat ini fokus masih menuju ke data utama inflasi Amerika Serikat yang akan diluncurkan hari Selasa. Kemungkinan besar menjadi faktor penentu keputusan apa yang akan diambil oleh the Fed.

Walaupun inflasi AS sudah alami penurunan dari puncak tertingginya dalam 40 tahun belakangan, inflasi diperkirakan masih di atas. Khususnya melebihi target tahunan Fed yang sebesar 2% bulan Mei ini.

Antisipasi Fed inilah menjadikan mata uang Asia melemah terhadap USD. Bahkan jika Fed tetap memutuskan untuk stop siklus kenaikan suku bunga pada pasaran pekan ini.

Dimana yuan China turun sebanyak 0,2%, mencapai titik terendah pada enam bulan terakhir, menjadi 7,1451 terhadap dolar. Berbagai bank besar China kini mulai pangkas suku bunga deposito yuan.

Rebound pasca Covid-19 juga menunjukkan perlambatan dua bulan belakangan. Ditunjukkan dengan aktivitas bisnis serta data inflasi yang negatif. Memunculkan potensi penurunan suku bunga yang makin besar.

Yuan sedang alami kerugian dan berada di bawah tekanan pesimisme atas pemulihan ekonomi, memengaruhi mata uang Asia lainnya. Sehingga pada broker forex spread rendah, menunjukkan banyak penurunan kurs Asia terhadap USD.

Misalnya saja dolar Taiwan yang menurun 0,4% terhadap USD pada awal perdagangan, Senin (12/6/2023). Begitu juga dengan won Korea Selatan, dimana melemah sampai 0,5% terhadap dolar AS.

Belum lagi yen Jepang yang alami penurunan 0,2%, diakibatkan data inflasi wholesale juga. Rupiah tidak terlepas dari serangan mata uang asia melemah terhadap dolar AS, yaitu turun sebesar 0,38%.

 

Tinggalkan sebuah Komentar