Ciri Broker Penipu – Salah satu lika-liku yang menjadi tantangan tersendiri bagi trader adalah kejeliannya dalam memilih broker yang terpercaya. Sebab tidak dipungkiri di dalam dunia trading terdapat beberapa bahaya yang bisa saja mengintai anda, apabila tidak berhati-hati. Salah satunya ialah adanya broker yang teridentifikasi menipu. Tentu hal tersebut bisa mendatangkan kerugian bagi trader, sebab bisa menjadi masalah dalam trading mu, begitupun dapat mengancam dana milik anda. Oleh sebab itulah penting bagi trader untuk memahami apa saja ciri-ciri broker penipu. Sehingga anda jadi bisa mewaspadai dan terhindar dari adanya risiko dalam trading yang tidak anda inginkan.
A. 12 Ciri Broker Penipu Yang Wajib Dihindari

-
Tak Memiliki Regulasi
Banyak dijumpai beberapa broker yang teridentifikasi menipu ialah broker yang tak mempunyai regulasi maupun tidak terdaftar pada sebuah badan pengawas yang telah diakui. Misalnya saja BAPPEBTI dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Untuk itulah sebelum anda memilih broker maka pastikan untuk lebih dahulu periksa regulasi dari broker tersebut agar lebih aman.
Di negara Indonesia sendiri biasanya tugas yang mengawasi regulasi pada pasar di dalam trading forex adalah BAPPEBTI yang mempunyai tanggung jawab mengawasi dan juga turut mengatur kegiatan dari perdagangan berjangka di negeri ini. Untuk itulah dengan memilih broker yang sudah teregulasi, maka dapat memberikan rasa perlindungan serta kepercayaan yang lebih untuk para trader.
Dimana sesuai dengan undang-undang nomor 10 tahun 2011 yang didalamnya terdapat pembahasan mengenai tata peraturan utama dalam mengatur adanya praktik perdagangan berjangka komoditi. Salah satunya adalah forex. Yang mana undang-undang tersebut sudah bagian dari perubahan terhadap UU nomor 22 tahun 1997. Nah perdagangan berjangka komoditi disini memiliki makna sebagai aktivitas beli dan jual komoditi yang penarikannya menggunakan margin. Serta penyelesaian dimasa mendatang berdasarkan dari kontrak yang berjangka, kontraktif derivatif syariah dan ataupun kontrak derivatif yang lainnya.
-
Memberikan Janji Dengan Keuntungan Besar
Mengapa hal ini harus diwaspadai sebab biasanya keuntungan yang terlalu besar atau yang tidak masuk akal apalagi tanpa adanya resiko yang sesuai. Ada baiknya untuk anda hindari karena setiap investasi mempunyai resiko tersendiri. Yang mana tidak ada juga yang namanya jaminan dengan profit besar secara singkat dan instan.
-
Tidak Transparan
Poin selanjutnya adalah tidak transparan, poin ini rasanya bukan cuma untuk trading dalam forex saja yang membutuhkan transparansi. Tetapi juga dalam lini lainnya dibidang usaha pasti membutuhkan adanya transparansi yang dapat meningkatkan kepercayaan. Nah dalam hal ini tidak transparan yang dimaksud adalah para broker tidak memberikan sebuah informasi jelas mengenai regulasinya, biayanya maupun tentang kebijakan trading itu sendiri. Oleh sebab itu apabila anda menemukan hal yang demikian alangkah lebih baiknya untuk diwaspadai dan dipertimbangkan lebih mendalam lagi. Agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan dikemudian hari yang bisa saja malah jadi merugikan anda sendiri.
Baca juga: Cara Mudah Memulai Trading di Forex Untuk Pemula
-
Tidak Ada Pengawasan
Salah satu ciri broker penipu lainnya adalah biasanya mereka juga tidak terdaftar maupun tidak juga teregulasi dalam sebuah yurisdiksi yang terpercaya. Yang mana Itu tandanya berarti broker tersebut tidak memiliki badan pengawas yang akan mengawasi aktivitas mereka. Dengan kata lain nantinya para trader yang tergabung juga tidak mempunyai perlindungan secara hukum apabila suatu saat terjadi sebuah kendala di dalam transaksi trading yang dilakukan.
-
Pengeksekusian Order Yang Tidak Baik
Maksud dari eksekusi order yang tidak baik alias buruk adalah misalnya terjadi penundaan yang bisa dibilang tidak wajar. Mengapa hal demikian bisa merugikan bagi trader, kebab nantinya para trader malah mendapatkan harga yang tak menguntungkan dan bisa jadi malah kehilangan kesempatan untuk trader keluar ataupun masuk di pasar yang mempunyai harga sesuai keinginan.
-
Memanipulasi Harga
Dari indikatornya saja sudah patut anda waspadai sebab broker penipu itu ketika melakukan manipulasi terhadap harga biasanya dengan cara mereka menampilkan harga yang tidak akurat. Khususnya selama periode volatilitas yang tinggi. Tentu hal tersebut memang bisa menguntungkan bagi broker akan tetapi merugikan untuk para trader.
-
Memanipulasi Pasar
Cara yang dilakukan oleh broker untuk memanipulasi harga sebenarnya ada berbagai langkah. Misalnya saja menggunakan sebuah praktik yang tidak fair alias adil, demi mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri atau membuat kondisi suatu pasar yang bisa dibilang itu adalah buatan. Nah hal tersebut nantinya bisa membuat trader jadi sulit untuk anda mencapai keuntungan yang tepat dan konsisten.
Baca juga: 12 Cara Mencegah Risiko Trading Forex
-
Informasi Yang Diberikan Tidak Lengkap atau Jelas
Untuk menghilangkan segala kecurigaan dan terlihat baik-baik saja. Umumnya para broker penipu akan memberikan sebuah informasi yang tidak lengkap atau tidak jelas mengenai layanannya, resiko trading maupun tentang produk itu sendiri. Bisa saja mereka malah menyembunyikan persyaratan trading yang bisa merugikan bagi trader atau menyembunyikan pembiayaan tertentu yang tersembunyi hingga memanipulasi beberapa fakta agar para trader menjadi berminat.
-
Pelayanan Terhadap Pelanggan
Yang satu ini bisa dijadikan salah satu bagian untuk anda lebih berhati-hati lagi karena terkadang sifatnya adalah subjektif. Yang dimaksud dengan pelayanan buruk disini adalah ketidak responsifan yang bisa menjadi penghambat trader ketika akan mengatasi suatu permasalahan akibat dari proses trading.
-
Identitas Yang Tersamar
Hati-hati kepada broker penipu dengan ciri yang menggunakan identitas fake alias palsu ataupun mengklaim afiliasi. Guna memperoleh kepercayaan dimana afiliasi tersebut Seolah diklaim bersamaan dengan lembaga keuangan yang terkemuka. Tentu saja identitas yang tersamar seperti itu sangat harus anda waspadai karena bisa jadi ini adalah ciri broker penipu.
-
Terdapat Kesulitan Saaf Penarikan Dana
Kemudian ciri selanjutnya ialah saat trader ingin menarik dana. Broker yang penipu biasanya akan memperumit dan mempersulit. Misalka saja tidak menutup kemungkinan mereka malah akan memberikan ketentuan mengenai adanya biaya penarikan dana lainnya yang tinggi, menunda dari proses penarikan ataupun malah meminta dokumen yang memang tidak wajar. Untuk menjadi cara memverifikasi identitas dari seorang trader. Dimana tujuan broker penipu melakukan hal demikian adalah agar trader tersebut merasa frustasi sehingga lebih memilih menahan dananya diakun mereka.
-
Pembatasan Trading
Selanjutnya ciri broker penipu lain yang harus anda waspadai adalah adanya penerapan pembatasan untuk strategi ataupun jenis trading yang bisa digunakan para trader. Misalnya saja larangan untuk hedging, scalping ataupun memakai dari robot trading tertentu. Tentu hal inilah yang bisa menjadi pembatas fleksibilitas serta peluang bagi trader.
Baca juga: Apa Itu Scalping Forex – Proses, Kekurangan & Kelebihannya
B. Tips Agar Terhindari Dari Penipuan Broker

Dengan mengetahui beberapa ciri-ciri broker penipu anda juga harus memahami berbagai tips yang dapat dilakukan agar terhindar dari penipuan broker
- Melalukan Riset
Tidak ada salahnya agar anda bisa mengurangi risiko yang tidak diinginkan dalam trading terutama terkait broker yang menipu. Maka lakukanlah beberapa riset sebelum memilih broker. Hal yang harus diriset adalah apakah broker tersebut memang teregulasi dalam yurisdiksi terpercaya. Kemudian jangan lupa untuk membaca ulasan serta pengalaman dari para trader lainnya. Disamping itu ada juga harus memeriksa reputasi yang dimiliki oleh broker sebelum akhirnya anda membuka akun trading di sana.
-
Periksa Regulasi
Broker yang teregulasi adalah broker yang sudah terdaftar dan juga diatur oleh badan pengawas yang resmi seperti BAPPEBTI (Untuk di Indonesia) yang memang itu diakui secara resmi.
- Memperhatikan Bagian Kebijakan & Ketentuannya
Jangan sampai akibat adanya kekurangan pemahaman anda mengenai kebijakan serta ketentuan pada broker tertentu. Malah ini bisa menjadi awal yang buruk bagi trading forex anda. Oleh karena itu perhatikanlah lebih detail mengenai biaya penarikan dana atau perlindungan dari dana nasabah supaya anda tidak dirugikan.
- Memeriksa Ketersediaan Akun Terpisah
Pilihlah broker yang menyediakan akun terpisah yakni rekening operasional dari perusahaan dengan rekening yang berfungsi untuk menyimpan dana dari trading nasabah. Dimana keduanya harus terpisah supaya menjadi pelindung dana milik nasabah dari resiko-resiko adanya kebangkrutan broker.
- Cek Tranparansinya
Ada baiknya anda memilih broker yang terdapat fitur history. Sehingga fitur tersebut dapat menyimpan berbagai aktivitas dari trading anda. Jangan lupa pastikan bahwa broker tersebut juga diawasi oleh lembaga terpercaya.
- Menyimpan Bukti Transaksi
Meskipun anda bisa mengandalkan fitur yang tersedia seperti history pada sebuah platform ataupun aplikasi trading punya broker. Tapi anda juga harus sering dan disiplin dalam menyimpan setiap adanya bukti transaksi dari trading anda. Contohnya saja bukti penarikan dana dari akun trading serta transfer dana deposit.
Demikian pembahasan mengenai ciri broker penipu yang dapat menjadi referensi bagi anda sebelum memutuskan untuk membuka akun pada broker. Jadi dengan begitu anda bisa lebih berhati-hati lagi agar tidak menimbulkan kerugian bagi anda kedepannya.
