EUR/JPY berjuang pulih dan ini merupakan kabar baik untuk para pelaku pasar forex yang ingin menginvestasikan dananya pada pasangan mata uang ini. Namun, perlu berhati-hati karena kenaikan ini berada di situasi yang tidak pasti.

Bank of Japan (BoJ) belum bisa memberikan kepastian yang jelas mengenai suku bunga yang nantinya akan diberikan. Meski begitu, pasangan mata uang EUR/JYP mulai bertemu dengan suplai baru selama sesi Asia.
Kondisi EUR JPY berjuang pulih dan mulai bergerak dari hari sebelumnya, dari Simple Moving Average 50 hari, sekitar 162,25 atau level terendah hampir satu bulan. Mulai investasi, tapi tetap dengan pertimbangan matang.
EUR/JPY Berjuang Pulih dari Level Terendah Setelah Satu Bulan
Kini, EUR JPY berjuang pulih setelah hampir satu bulan mengalami penurunan pada level sekitar 162,25. Akhir-akhir ini Yen mulai naik setelah ada aksi beli baru.
Baca juga : Usd/Cad Bertahan Kuat Dengan Adanya Inflasi di Canada
Hal tersebut tentu saja membuat Yen Jepang terbebas dari penurunan perdagangan harian dan semakin bergerak ke harga spot yang mendekati 163,00 dalam satu jam terakhir. Tapi meski begitu, ternyata tidak ada aksi lanjutannya.
Saat ini, para pelaku pasar memang sedang fokus pada Geopolitik yang sangat mempengaruhi harga. Seperti yang Anda ketahui, sekarang ini ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memberikan suatu keputusan.
Keputusan yang dimaksud adalah memperbolehkan senjata jarak jauh di Ukraina dalam wilayah Rusia. Di mana saat ini, Korea Utara juga membantu pertahanan militer Rusia. Adanya hal ini, bersamaan dengan adanya spekulasi bahwa dari pihak Jepang akan melakukan intervensi ke pasar valas.
Tujuannya adalah untuk menopang mata uang domestik. Langkah tersebut yang membuat save-heaven JPY menjadi lemah dan mampu menekan pasangan mata uang EUR/JPY ke bawah.
Sementara itu, pasangan mata uang satunya, yaitu EUR juga sama berjuangnya dengan Yen Jepang. EUR berusaha untuk memikat pembeli di tengah spekulasi pengurangan suku bunga oleh Europe Central Bank (ECB).
Seperti yang Anda ketahui, pasangan EUR/JPY berjuang pulih, tapi sama-sama berada di tengah-tengah ketidakpastian. Mata uang euro sendiri sekarang sedang suram di prospek perekonomiannya.
Ditambah lagi dengan kebijakan baru yang perfeksionis dari presiden AS terpilih, yaitu Donald Trump, menyebabkan ancaman tambahan pada perekonomian zona Eropa.
Yen Terus Berjuang di Tengah Ketidakjelasan Kebijakan BoJ
Selain Yen yang penuh ketidakpastian, mata uang euro juga semakin terbebani. Status dari EUR JPY berjuang pulih, tapi akan ada banyak faktor yang membuat pasangan mata uang tersebut menuju ke arah bawah.

Kebijakan baru yang dianggap terlalu banyak syarat dari presiden terpilih Trump, memang membebani euro di perekonomian. Meski seperti itu, tidak pastinya mengenai waktu kenaikan suku bunga dari Bank of Japan, dapat menjadi penghalang untuk Yen Jepang di tengah-tengah kemungkinan risiko.
Dalam kata lain, sifatnya positif untuk pasangan mata uang tersebut. Gubernur Bank Of Japan, yaitu Kazuo Ueda mengatakan bahwa, ekonomi sedang berkembang untuk menuju inflasi dengan EUR/JPY berjuang pulih.
Hal itu didorong karena upah yang berkelanjutan, kemudian membiarkan peluang secara terbuka dengan tujuan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Ueda sendiri juga tidak memberikan isyarat yang jelas mengenai kebijakan untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.
Ueda juga menambahkan pada pernyataannya bahwa adanya pendekatan bertahap terhadap penyesuaian kebijakan tergantung pada aktivitas ekonomi serta tren harga pada saat itu.
Jika ketidakpastian mengenai kenaikan suku bunga terus berlanjut, pasangan mata uang EUR/JPY berjuang pulih, kemungkinan tidak akan naik lebih tinggi lagi. Perlu adanya strategi terbaru untuk menarik beberapa pembeli, kemudian membatasi penurunan sekitar SMA 50 hari.
Support tersebut nantinya bisa menjadi titik penting yang utama, sehingga bisa tembus serta membuka jalan yang dari penurunan korektif, menuju ke puncak multi-tahun. Tapi tetap saja Jepang juga perlu menunggu keputusan dan Bank of Japan mengenai suku bunga
Kebijakan BoJ Agar EUR/JPY Berjuang Pulih ke Level Tinggi
Pasangan mata uang EUR JPY berjuang pulih, tapi pada kenyataannya baik euro dan Yen Jepang berada di tengah-tengah ketidakpastian. Pelaku pasar juga masih memantau tentang kebijakan yang akan diberikan oleh Bank of Japan.
Ketidakpastian tersebut juga dipengaruhi adanya faktor geopolitik. Di mana perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut hingga konflik di Timur Tengah tidak kunjung usai. Namun, dukungan untuk safe heaven Yen masi ada di tengah-tengah kekhawatiran intervensi.
EUR/JPY berjuang pulih di tengah kebijakan BoJ sendiri saat ini belum bisa dirilis. Akan tetapi, Katsunobu Kato, selaku Menteri Keuangan Jepang mengatakan bahwa tidak ada perubahan dari pemerintah tentang valas.
Selain itu, pihak berwenang akan terus mengambil tindakan secara tepat agar nantinya tidak melakukan langkah berlebihan. Kato juga kembali menegaskan bahwa pada hari Jumat yang lalu, pemerintah Jepang akan mengawasi pasar valas dengan kewaspadaan yang sangat tinggi.
Pemerintah tidak ingin bertindak gegabah pada pergerakan yang berlebihan. Kembali ke beberapa bulan sebelumnya, pada bulan yang lalu BoJ menaikkan suku bunga yang secara efektif menarik diri dari kebijakan moneter bersifat longgar.
Bahkan kebijakan BoJ dengan bank sentral lainnya pada tahun 2022 – 2023, menyebabkan perbedaan yang mengakibatkan mata uang Yen nilainya turun. Tapi beruntung, di tahun 2024 mampu meninggalkan kebijakan yang sangat longgar.
Berbagai upaya Yen Jepang untuk kembali kuat telah dilakukan termasuk meninggalkan kebijakan ultra longgarnya. Kini, EUR/JPY berjuang pulih dan para pelaku pasar forex, bisa percaya diri untuk mulai membuka investasi pada pasangan mata uang tersebut di brokerindofx.com.
