Update 25 September 2026: Harga minyak turun tipis pada Jumat ketika pasar mencermati kemungkinan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Perundingan kedua negara turut membahas kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara risiko terhadap fasilitas energi di kawasan masih menjadi perhatian pasar.

Pada 02:12 GMT, Brent berada di sekitar US$105,73 per barel, turun 0,82%, sedangkan WTI berada di sekitar US$93,05 per barel, turun 1,65%. Sehari sebelumnya, kedua kontrak tersebut sempat naik sekitar 3,4% untuk Brent dan 2,7% untuk WTI.
Harga Minyak Hari Ini
Pergerakan harga minyak pada 25 September dipengaruhi oleh perkembangan diplomasi AS-Iran dan kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Pasar merespons kabar bahwa negosiator AS dan Iran sedang membahas kesepakatan bertahap yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Harapan terhadap pemulihan arus perdagangan memberi tekanan terhadap harga minyak, sementara risiko serangan terhadap fasilitas energi masih menjadi perhatian pasar.
Harga tersebut merupakan kondisi pada waktu pengukuran dan bisa berubah sepanjang sesi perdagangan.
Baca : Harga minyak turun akibat iran beri sinyal buka selat hormuz
Kondisi Ekspor Minyak Iran
Ekspor minyak Iran masih menghadapi hambatan akibat konflik dan pembatasan ekonomi Amerika Serikat. Gangguan di Selat Hormuz turut membatasi arus perdagangan energi dari kawasan Teluk.
Menurut Reuters, negosiator AS dan Iran di New York sedang membahas kemungkinan kesepakatan bertahap. Salah satu unsur pembahasan adalah kemungkinan Iran membuka kembali Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat membahas perubahan terhadap blokade ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran.
Pembicaraan tersebut belum berarti pengiriman minyak Iran telah kembali seperti sebelum konflik. Pemulihan ekspor akan bergantung pada hasil negosiasi, keamanan pelayaran, serta perubahan kebijakan terhadap Iran.
Update Selat Hormuz Hari Ini
Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama dalam pasar minyak karena jalur ini menghubungkan kawasan produsen energi Teluk dengan pasar internasional.
Lalu lintas kapal melalui selat tersebut sempat turun tajam sejak konflik berlangsung. Namun, aktivitas kembali meningkat. Reuters melaporkan sekitar 60 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 23 September, dengan sekitar 22 juta barel minyak di dalamnya. Volume tersebut menjadi jumlah minyak harian terbesar yang dilaporkan melewati jalur tersebut sejak awal Juli.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perdagangan masih berlangsung. Pasar kini mencermati apakah arus kapal akan terus meningkat dan apakah hasil perundingan AS-Iran akan membawa perubahan lebih lanjut terhadap pelayaran di Hormuz.
Mengapa Minyak Iran Mempengaruhi Harga Minyak Dunia?
Minyak Iran memiliki kaitan dengan pasar energi global karena Iran merupakan salah satu produsen minyak di kawasan Teluk. Gangguan terhadap ekspor Iran bisa mempengaruhi perkiraan pasokan yang tersedia bagi pasar internasional.
Dampaknya juga mencakup minyak dari negara produsen lain. Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dari sejumlah negara di kawasan Teluk. Gangguan berkepanjangan di jalur tersebut karena itu berpotensi mempengaruhi pasokan regional secara lebih luas.
Perubahan ekspektasi mengenai pasokan kemudian bisa mempengaruhi harga Brent dan WTI. Pasar memperhitungkan volume minyak yang tersedia, risiko gangguan berikutnya, serta kemungkinan pemulihan arus ekspor.

Jalur Alternatif Pengiriman Minyak
Arab Saudi memiliki jalur alternatif melalui East-West Pipeline, yang menghubungkan kawasan produksi di timur dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi kembali mengoperasikan pipa tersebut setelah serangan drone pada 11 September membuat operasinya berhenti. Pemompaan dimulai dengan laju yang masih rendah, sementara pemulihan menuju kapasitas penuh diperkirakan membutuhkan enam hingga delapan minggu karena tiga stasiun pompa mengalami kerusakan.
Jalur tersebut membantu mengalihkan sebagian pengiriman minyak agar tidak seluruhnya bergantung pada Selat Hormuz. Namun, kapasitasnya tetap terbatas dibandingkan keseluruhan volume minyak yang melewati kawasan tersebut.
Faktor yang Perlu Dipantau
Beberapa perkembangan utama yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah:
- Pembicaraan AS-Iran: Hasil negosiasi mengenai Hormuz dan kebijakan ekonomi terhadap Iran bisa mengubah ekspektasi pasar.
- Lalu lintas kapal di Selat Hormuz: Peningkatan jumlah kapal dan volume minyak yang melintas bisa menjadi indikator pemulihan perdagangan.
- Ekspor minyak Iran: Perubahan akses pengiriman dan kebijakan terhadap Iran akan mempengaruhi volume minyak yang masuk ke pasar internasional.
- Harga Brent dan WTI: Kedua acuan tersebut mencerminkan respons pasar terhadap perubahan risiko geopolitik dan pasokan.
FAQ Minyak Iran Hari Ini
Berapa harga minyak hari ini?
Pada 02:12 GMT, Jumat, 25 September 2026, Brent berada di sekitar US$105,73 per barel, sedangkan WTI sekitar US$93,05 per barel. Brent turun 0,82% dan WTI turun 1,65% pada waktu pengukuran tersebut. Harga bisa berubah sepanjang sesi perdagangan.
Apakah ekspor minyak Iran masih terganggu?
Ekspor minyak Iran masih menghadapi hambatan akibat konflik, kebijakan ekonomi Amerika Serikat, dan gangguan perdagangan melalui Selat Hormuz. Pembicaraan AS-Iran mengenai pembukaan kembali Hormuz belum berarti arus ekspor Iran telah kembali seperti sebelum konflik.
Apakah Selat Hormuz sudah dibuka kembali?
Belum sepenuhnya. Pembicaraan AS-Iran mencakup kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara lalu lintas kapal masih belum kembali ke tingkat sebelum konflik. Pada 23 September, sekitar 60 kapal komersial dilaporkan melintasi selat tersebut.
Mengapa Selat Hormuz penting bagi harga minyak?
Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi dari kawasan Teluk. Gangguan terhadap pelayaran di jalur tersebut berpotensi menghambat ekspor dari sejumlah produsen minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan global.

Perkembangan Minyak Iran Selanjutnya
Minyak Iran pada 25 September 2026 masih dipengaruhi oleh kondisi ekspor, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, dan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Harga Brent dan WTI bergerak turun pada awal perdagangan setelah pasar mencermati kemungkinan tercapainya kesepakatan dan pemulihan arus perdagangan.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil negosiasi, perubahan lalu lintas kapal di Hormuz, kondisi fasilitas energi kawasan, serta kemampuan Iran dan negara produsen lainnya memulihkan pengiriman minyak.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan pasar finansial dan mencari informasi mengenai broker, simak juga panduan broker trading terbaik sebagai referensi sebelum menentukan pilihan broker.
Tagged With : harga minyak • Iran
