Harga Minyak Turun Akibat Iran Beri Sinyal Buka Selat Hormuz

Harga minyak turun akibat Iran memberi sinyal bahwa Selat Hormuz berpeluang dibuka kembali. Kabar tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk. Namun, harga kembali bergerak naik setelah muncul perkembangan lain terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Dari pantauan BrokerIndoFX, perkembangan Selat Hormuz menjadi perhatian pasar karena jalur ini memiliki peran penting dalam pengiriman energi dari kawasan Teluk.

Iran Beri Sinyal Buka Kembali Selat Hormuz

Seorang pejabat senior Iran menyatakan Selat Hormuz bisa dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Pernyataan tersebut muncul ketika delegasi Iran berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Iran juga disebut telah menyampaikan proposal untuk mengakhiri permusuhan kepada Washington melalui mediator pada 16 September. Delegasi Iran di New York memiliki kewenangan untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Amerika Serikat. Meski demikian, belum ada kesepakatan final antara kedua negara. Karena itu, pasar masih menunggu perkembangan berikutnya terkait kondisi pelayaran di Selat Hormuz.

Harga Minyak Sempat Turun Setelah Kabar Iran

Kabar tersebut langsung mempengaruhi pergerakan harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, harga minyak Brent sempat turun US$1,09 atau 1,1% menjadi US$98,16 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun US$1,50 atau 1,67% menjadi US$89,01 per barel pada perdagangan awal.

Penurunan terjadi ketika pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan arus pasokan energi dari kawasan Teluk kembali lebih lancar. Namun, arah harga berubah pada akhir perdagangan. 

Brent ditutup naik US$3,83 atau 3,86% menjadi US$103,08 per barel. WTI juga naik US$1,64 atau 1,81% menjadi US$92,16 per barel. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen terhadap pasar minyak masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di kawasan.

Mengapa Pembukaan Selat Hormuz Bisa Menekan Harga Minyak?

Selat Hormuz merupakan jalur penting dalam perdagangan energi dari kawasan Teluk. Gangguan pada jalur tersebut bisa menimbulkan kekhawatiran mengenai kelancaran pasokan minyak ke pasar global. Sebaliknya, peluang pembukaan kembali Selat Hormuz memberi sinyal bahwa distribusi energi berpotensi kembali berjalan lebih lancar.

Ekspektasi tersebut ikut menjelaskan mengapa minyak turun akibat Iran memberi sinyal pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar merespons kemungkinan berkurangnya risiko gangguan pasokan, meskipun kondisi di lapangan belum sepenuhnya berubah. Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga memperhatikan persediaan minyak, produksi, serta kondisi pasokan global.

Pasokan Minyak dari Teluk Jadi Perhatian Pasar

Kondisi pasokan dari negara-negara penghasil minyak di kawasan Teluk turut menjadi perhatian. Arab Saudi mulai menguji kembali jaringan East-West Pipeline setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat serangan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena berkaitan dengan distribusi minyak dari kawasan tersebut.

Di Amerika Serikat, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah naik sekitar 1,8 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 18 September. Kenaikan stok tersebut turut menjadi perhatian pasar karena memberikan gambaran mengenai kondisi ketersediaan minyak mentah di Amerika Serikat. 

Dengan demikian, perubahan harga minyak berlangsung di tengah sejumlah perkembangan pada sisi pasokan dan geopolitik.

Perkembangan Iran Masih Bisa Mengubah Harga Minyak

Sinyal pembukaan Selat Hormuz belum mengakhiri ketidakpastian terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat. Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menyatakan bahwa Teheran tidak akan menyerah kepada Washington. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pasar dan ikut mendorong kenaikan harga minyak pada perdagangan berikutnya.

Pasar kini masih mencermati perkembangan pembicaraan diplomatik kedua negara serta kondisi di Selat Hormuz. Selama situasi tersebut belum menemukan kepastian, berita terkait Iran masih berpotensi mempengaruhi sentimen di pasar minyak.

Apa Artinya bagi Trader Minyak?

Pergerakan harga minyak menunjukkan bagaimana berita geopolitik bisa mengubah sentimen pasar dalam waktu singkat. Sinyal mengenai pembukaan Selat Hormuz sempat menekan harga, tetapi perkembangan berikutnya kembali mendorong harga naik.

BrokerIndoFX melihat kondisi seperti ini sebagai alasan bagi trader untuk mengikuti berita fundamental bersama pergerakan harga ketika memperdagangkan instrumen minyak. Biaya transaksi juga perlu diperhatikan karena menjadi bagian dari perhitungan trading.

Bagi Anda yang sedang membandingkan biaya trading, informasi mengenai broker dengan spread rendah bisa menjadi referensi sebelum memilih broker.

Tinggalkan sebuah Komentar