Credit Suisse Bank kembali mencapai titik rendah dalam pasar perdagangan. Hal ini membuat beberapa mata uang di negara Eropa jatuh secara serentak. Jatuhnya bank investasi terbesar itu memberikan beragam efek buruk.

Jatuhnya pasar perdagangan tersebut membuat beberapa pelaku menjadi khawatir. Sebab hal tersebut menjadi salah satu pertanda dari krisis bank, yang sudah terjadi di AS pekan sebelumnya. Sehingga besar kemungkinan dampaknya akan lebih meluas.
Baca juga : Harga Minyak Mentah Dunia Capai Batas Terendah
Pastinya sudah banyak bukti yang membuktikan kekhawatiran investor pada krisis kali. EUR/USD saat ini sudah jauh jatuh pada kisaran 1.0560 dan menjadi indeks terendah. Sedangkan GBP/USD merosot jatuh sebesar 0,7%.
Credit Suisse Bank Ambruk? Kabar Buruk Bagi Pasar Perdagangan
Selain beberapa pasangan nilai tukar diatas, masih ada beberapa mata uang lain yang mengalami penurunan lebih besar. Misalnya seperti USD/CHF yang sudah jauh dibawah ambang batas 0.9250 lihat di daftar broker forex penipu.
Sementara pada indeks dolar Amerika Serikat (DXY) saat ini mengalami rebound sebesar 1%. Aktivitas tersebut dapat terjadi karena peran aktifnya sebagai safe haven. Kabar buruk tersebut menjadi lebih parah setelah munculnya beberapa statement dari media massa.
Diberitahukan bahwa investor terbesarnya, yaitu Saudi National Bank mengumumkan penarikan bantuan keuangan. Sedangkan Harris Associates sebagai pemegang saham terbesar menjual kepemilikan saham pada bulan sebelumnya.
Munculnya rangkaian berita buruk dari Credit Suisse Bank tersebut mempengaruhi nilai tukar dari negara Eropa. Meski demikian pihaknya sudah berusaha menepis rumor tersebut kepada media.
Axel Lehmann sebagai pimpinan menjelaskan bahwa rasio modal, neraca serta regulasi perusahan sangatlah kuat. Sehingga data tersebut membuktikan posisinya yang lebih tinggi dari Silicon Valley Bank.
Meski demikian agaknya penjelasan tersebut tidak mampu meredakan kekhawatiran investor. Hal tersebut dapat dilihat dari kepanikan pasar perdagangan yang terus berlangsung.
Rangkaian berita buruk ini menimbulkan banyak kerusakan pada pasar forex broker exness. Sedangkan kondisi saham semua bank Eropa juga terpukul mundur pada satu hari ini. kondisi semakin parah dengan banyaknya investor melakukan penjualan aset secara massal.
Kondisi ini disebabkan oleh kekhawatiran pada stabilitas keuangan, yang mana masih belum sembuh dari inflasi AS. Secara lebih jauh lagi tentunya hal ni dapat menimbulkan efek pada pasar swap serta obligasi pemerintahan.
Pada situasi tersebut investor mengkhawatirkan bank sentral, yang tidak mampu melakukan rate hike. Sedangkan Credit Suisse Bank ini berhasil membuat suku bunga merosot di titik 50%.
