Dalam sesi perdagangan Senin, terlihat harga AUD/USD menguat sehingga membuat masyarakat merasa memberikan respon positif. Seperti sudah diketahui bahwa pasangan ini ternyata banyak dicari oleh para trader di dunia forex.

Hal itu bukan itu bukan tanpa alasan karena kedua mata uang tersebut ternyata mempunyai pengaruh cukup kuat dalam dunia ekonomi global. Bukan hanya itu saja, tetapi keberadaannya juga dianggap sebagai currency pair komoditas.
Baca juga : Pasangan Usd/chf Jadi Sorotan Seusai Adanya Bessent
Itu mengingat Australia menjadi salah satu negara eksportir utama di bidang komoditas. Sedangkan untuk pihak Amerika Serikat ternyata dikenal mempunyai ekonomi cukup besar sekaligus menjadi pusat keuangan dunia.
Harga AUD/USD menguat seiring dengan adanya koreksi nilai Dolar AS. Di samping itu juga didukung karena adanya sentimen pasar obligasi yang menunjukkan respon positif.
Selain itu, ternyata hal tersebut juga berkaitan dengan Scott Bessent yang ternyata terpilih menjadi Menteri Keuangan AS. Lantas apa sajakah faktor di mana mengakibatkan adanya penguatan pada pasangan mata uang tersebut.
Faktor Penyebab Harga AUD/USD Menguat
Tidak bisa dipungkiri bahwa terpilihnya Bessent sebagai Menteri Keuangan negara Amerika Serikat ternyata memberikan dampak cukup besar di seluruh dunia. Termasuk juga memberikan pengaruh terhadap dunia forex.
Bagaimana tidak pada perdagangan Senin kemarin ternyata menunjukkan adanya penguatan. Di samping itu juga terdapat sejumlah faktor pendukung mengapa harga AUD/USD menguat diantaranya adalah:
1. Adanya Aliran Modal Asing
Penyebab paling utama adalah AUS (Dollar Australia) memperoleh keuntungan akibat adanya aliran dari modal asing. Itu disebabkan karena adanya lonjakan pada pasar saham domestik.
Melalui Indeks S&P/ASX 200 mencatat jika kenaikan tersebut sebesar 0,63 persen di mana mampu menembus pada level 8.450. Kondisi tersebut ternyata mampu mencetak rekor paling tinggi baru.
Momentum positif itulah ternyata dapat memperlihatkan adanya tren penguatan di Wall Street. Yang mana Indeks Dow Jones sendiri berhasil mencapai level penutupan tertinggi pada akhir minggu lalu.
2. Sikap Optimis RBA
Penyebab penguatan ini juga didorong akibat adanya sikap optimis dari pihak Bank Sentral Australia atau RBA pada kebijakan suku bunga. Hingga sekarang, para pedagang masih menunggu bagaimana rilis data indeks IHK atau harga konsumen bulanan Australia.
Sebab informasi itu sangat penting karena menjadi indikator untuk sebuah keputusan moneter berikutnya. Pihak RBA juga sudah memberikan pernyataan jika pihaknya memberikan penjelasan kalau kebijakan suku bunga akan tetap terbatas.
Setidaknya itu terjadi hingga inflasi memperlihatkan tanda akan kembali menuju target secara konsisten. Walaupun begitu, pihak Bank Sentral juga masih membuka kesempatan penyesuaian apabila ada data mendukung langkah tersebut.
Ketahui Bagaimana Analisis Teknik AUD/USD
Harga AUD/USD menguat memang membuat sejumlah trader merasa senang, tetapi bagaimana analisis tekniknya. Pasangan AUD/USD sendiri diperdagangkan ke level sekitar 0,6540 pada Senin kemarin dengan indikasi momentum bullish untuk jangka pendek.

Dilihat dari grafik hariannya dapat memperlihatkan jika pair tersebut berada di atas EMA (Exponential Moving Average) sembilan dan 14 hari. Ini ternyata dapat memberikan dukungan terhadap potensi kenaikan yang lebih tinggi.
Kendati begitu, pasangan ini ternyata masih berada di dalam channel menurun. Sehingga hal tersebut dapat menjadi pertanda apabila tren penurunan yang lebih besar ternyata juga belum berakhir.
Untuk indikator RSI (Indeks kekuatan relatif( 14 untuk kemarin di mana sedikit lebih rendah ke level netral yakni 50. Apabila ternyata RSI mampu menembus level itu, maka dapat memberikan peluang adanya sinyal bullish lebih terlihat.
Di sisi bawahnya, terdapat support yang dekat dengan EMA 9 berada pada level 0,6520. Apabila harga dari pasangan AUD/USD tersebut berada di bawah level itu, maka besar kemungkinan kalau pasangan itu akan melemah lebih jauh dan berada di titik terendah tahunan.
Hal ini sebaliknya jika ternyata momentum penguatan masih berlanjut, maka pasangan mampu menguji batas atas saluran menurun di angka 0,6570. Penembusan yang ada di posisi atas level itulah nantinya akan membuka peluang reli agar menuju level lebih tinggi selama empat minggu di 0,6687.
Jadi bisa disimpulkan jika pergerakan positif di atas dipicu akibat adanya kombinasi sentimen global sekaligus dukungan dari sejumlah kebijakan domestik. Di samping itu, data ekonomi yang akan datang juga dapat menjadi fokus pada pedagang guna menentukan bagaimana arah pergerakan.
GBP/USD Juga Terlihat Menguat
Selain harga AUD/USD menguat, ternyata penguatan juga terlihat pada pasangan GBP dan USD ini. Hal ini ternyata juga dipicu akibat Bessent yang ditunjuk sebagai Menteri Keuangan untuk AS.
Kondisi kebangkitan dari GBP ini terjadi di awal minggu ini dan posisinya lebih tinggi dibandingkan mata uang utama lainnya. Hal itu terjadi ketika GBP baru saja menghadapi Sell of cukup tajam pada hari Jumat.
Di hari jumat, Pound Sterling sempat turun sesudah penjualan ritel di Inggris mengalami penurunan cukup cepat. Ini lebih cepat dibandingkan dengan prakiraan yang dilakukan di Bulan Oktober lalu.
Alasan lainnya yang mendukung kenaikan itu mungkin disebabkan karena adanya ekspektasi pasar cukup kuat bahwa BoE bisa menjadi salah satu pilihan bank sentral utama di negara Barat. Ekspektasi itupun juga diikuti oleh adanya jalur pelonggaran kebijakan lebih bertahap di broker indofx.
Para trader ternyata sudah memperkirakan jika BoE nantinya akan membiarkan suku bunga di angka 4,75 persen pada Desember. Ternyata angka tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya.
Setelah terpilihnya Bessent sebagai Menkeu AS, ternyata sejumlah pasangan mata uang mengalami penguatan. Termasuk harga AUD/USD menguat berhasil memperoleh respon positif dari banyak pihak.
