Harga minyak dunia melemah ditutup dengan penurunan lebih dari US$ 1 per barel. Secara spesifik, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2025 mengalami penurunan sebesar US$ 1,03 atau 1,66%, dan berakhir pada US$ 61,12 per barel.

Penurunan harga minyak dunia sebabkan oleh keraguan investor terhadap potensi terobosan dalam perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Pertemuan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung Swiss pada tanggal 9 hingga 12 Mei. AS diwakili oleh Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer, sementara Tiongkok mengirimkan Wakil Perdana Menteri He Lifeng sebagai perwakilannya. broker xm
Meskipun demikian, penurunan harga minyak dunia sedikit tertahan oleh laporan mengenai penurunan cadangan minyak mentah di AS.
Alasan Turunnya Harga Minyak Dunia Melemah Hari Ini
Harga minyak mentah global terpantau mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Seiring dengan antisipasi pasar terhadap pertemuan tingkat tinggi antara perwakilan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2025 tutup turun US$ 1,02 atau 1,73% ke US$ 58,07 per barel. Meski pertemuan AS-Tiongkok diharapkan akan menghasilkan terobosan, namun harapan untuk kesepakatan nuklir Iran-AS mampu meredakan kekhawatiran pasokan.
Baca juga : BTC naik tajam apa saja penyebabnya
Perbincangan antara kedua negara besar tersebut berminggu-minggu sehingga menghasilkan ketegangan yang meningkat. Bea masuk atas impor barang kedua negara dengan perekonomian terbesar ini melonjak melampaui 100%. Saat ditanya tentang pertemuaan perdagangan dengan pejabat Tiongkok, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan jika perbincangan tersebut merupakan kebalikan dari yang maju.
Sedangkan untuk Wakil Presiden AS JD Vance sendiri menggambarkan jika perbincangan Washington dengan Iran sejauh ini masih sangat baik. Kesepakatan yang dibuat untuk dapat mengintegrasi kembali Iran ke dalam ekonomi global sambil mencegahnya untuk mendapatkan senjata nuklir.
Kemungkinan besar AS dapat mencabut sanksi terhadap Iran, saat ini berada dibawah tekanan maksimum. Dimana AS telah memberi ancaman sanksi sekunder terhadap Iran sekitar 3%dari produksi global.
Minyak Mentah AS Mengalami Penurunan
Penurunan harga minyak mentah saat ini memiliki beberapa faktor pendukung. Salah satunya adalah laporan mengenai penurunan cadangan minyak mentah di Amerika Serikat. Tercatat, cadangan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 2 juta barel menjadi 438,4 juta barel pada pekan yang berakhir pada 2 Mei 2025. Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan para analis yang memprediksi penurunan hanya sebesar 833.000 barel.
Sebagai respons terhadap potensi kerugian lebih lanjut, para produsen minyak AS memberikan sinyal untuk melakukan pemangkasan pengeluaran. Mereka memperingatkan bahwa produksi minyak negara tersebut diperkirakan telah mencapai puncaknya.
Selain itu, tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Israel dan Houthi, turut meningkatkan risiko terhadap stabilitas pasokan minyak global. Kondisi ini diperkirakan akan menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi, terutama jika pemangkasan produksi oleh OPEC+ terjadi lebih cepat dari perkiraan. Ketidakpastian kebijakan AS juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap volatilitas harga.
Dengan demikian, penurunan harga minyak dunia saat ini akibat pengaruh dari berkurangnya cadangan minyak di AS dan ketidakpastian global. Tren penurunan ini menurut perkiraan tidak hanya terjadi pada harga minyak dunia hari ini saja. Akan tetapi juga berpotensi berlanjut hingga beberapa minggu ke depan, bahkan mungkin hingga bulan Juni mendatang.
Tagged With : harga minyak dunia hari ini • miyak
