Pasangan mata uang USD/JPY diketahui mengalami penguatan dibandingkan hari sebelumnya. Hal tersebut disebabkan kenaikan nilai mata uang Yen Jepang.

Bila melihat bagaimana performa dari Dolar Amerika sendiri menunjukkan penurunan cukup tajam. Keadaan tersebut memang tidak mengherankan sama sekali karena tidak lama lagi pemilihan presiden akan terjadi.
Pasar sendiri memang masih menunggu bagaimana hasil akhirnya nanti, akibat kedua pasangan Donald Trump dan Kamala Haris ini memang sama-sama kuat, sehingga keadaannya benar-benar sulit untuk diprediksi sama sekali.
Prediksi Pasangan Mata Uang USD/JPY
Walaupun Dolar menunjukkan penurunan, Yen sendiri tidak lantas menjadi perkasa. Namun masih cukup stabil sehingga pasangan USD/JPY ini masih berada di level 151,90, tidak terlalu rendah sekali.
Yen sendiri memang tidak mengalami volume transaksi signifikan akibat pemilu Amerika. Kondisi tersebut disebabkan oleh penutupan pasar pada saat negara tersebut merayakan hari olahraga, sehingga perdagangan obligasi pemerintah AS berhenti.
Oleh karena itu, beberapa pakar akan memprediksi bahwa untuk ke depan pasangan mata uang tersebut justru mengalami fluktuasi. Kemungkinannya sangat besar akibat kondisi tidak pasti politik moneter negeri Sakura ini.
Bukan hanya itu saja, suasana politik di negara tersebut juga naik turun. Di mana koalisi Partai Demokrat Liberal atau LDP mampu keluar sebagai pemenang mayoritas parlemen minggu lalu.
Apakah itu merupakan pertanda baik? Sepertinya, pasar melihat semua itu dari sisi berbeda, di mana ada sebuah kebingungan terutama soal kebijakan yang nantinya diambil oleh Bank of Japan.
Hal tersebut membuat pasangan mata uang USD/JPY tersebut kemungkinan akan bergerak. Entah itu menurun atau naik. Semua tergantung pada kebijakan politik yang akan ditentukan beberapa hari ke depan.
Peluang Kenaikan Suku Bunga
Dalam kondisi ini, sebenarnya Yen Jepang sedikit diuntungkan. Seperti dalam pernyataan terbaru, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan bahwa, risiko akibat pilpres di AS sudah terlihat menurun.
Indikasi tersebut mampu memberikan peluang, terutama untuk kenaikan suku bunga di masa depan. Kondisi saat ini Bank of Japan belum menaikkan suku bunga dan masih mempertahankannya di angka 0,25%
Walau begitu, apa yang dilakukannya itu masih sejalan dengan prediksi serta bagaimana perkiraan pasar. Selain itu, Nonfarm Payrolls (NFP) AS sendiri selama Oktober memang rendah dibandingkan ekspektasi.
Hal tersebut membuat kondisi Dolar justru melemah, semua itu membuat harga pasangan mata uang USD/JPY terbentuk di angka 151,90. Selain itu, pasar juga menunggu keputusan Federal Reserve.
Baca juga : Perilisan Data Inflasi AS Membuat Rupiah Anjlok
Pasar ingin mengetahui bagaimana angka suku bunga di akhir pekan. Bila melihat data dari CME FedWatch Tool, probabilitas nya kurang lebih 100% tetapi kemungkinannya Fed akan menurunkannya sekitar seperempat poin.
Maka dari itu, prediksi yang dapat diberikan lebih baik untuk tetap memantau bagaimana pergerakannya. Karena setelah pemilu AS nanti akan ada banyak hal berubah terutama sikap para investor.
Andai presiden Amerika sesuai ekspektasi pasar, kemungkinannya Dolar kembali meroket, hal ini menjadi peluang terbaik bagi para trader untuk menjualnya, hanya saja harus hati-hati agar tidak terkena bias.
Analisa Grafik USD/JPY
Pasangan mata uang USD/JPY bila melihat dari grafik hariannya dari awal bulan sampai detik ini, maka prediksinya adalah potensi pelemahan berupa tren bullish, akibat angkanya di bawah saluran kenaikan.
Hanya saja, perlu diketahui bahwa dalam Indeks kekuatan relatif (RSI) sendiri masih bertahan di angka 50. Artinya adalah adanya sentimen bullish yang masih terlihat cukup jelas.
Bac juga : Negara Yang Melakukan Dedolarisasi Secara Terang-terangan
Andai saja apa yang terjadi sesuai dengan prediksi, maka kemungkinannya akan naik lagi, walau bukan ke level tertinggi, mungkin di atas 152. Selanjutnya, bisa terjadi kenaikan lagi di 153,88.
Adanya resistensi tambahan membuat pasangan mata uang USD/JPY juga memungkinkan mampu masuk ke level 158 – 159. Keadaan itu juga disupport oleh adanya rata-rata pergerakan eksponensial yang membuatnya bertahan di titik ini.
Efek lainnya yang menyebabkan adanya bullish beberapa hari ke depan adalah rencana dari Bank of Japan untuk mengambil kebijakan menaikkan suku bunganya, terlebih suku bunga riil tersebut saat ini rendah.
Tujuan utama Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga tersebut adalah menjalankan kebijakan moneter. Pada dasarnya fokus mereka adalah menaikkan target inflasi menjadi 2% secara berkelanjutan dan stabil.
Melihat Dinamika untuk Pasangan Mata Uang USD/JPY
Harus diakui bahwa dinamika hari ini untuk pasangan mata uang USD/JPY memang cukup menarik. Banyak faktor yang seharusnya membuat pasangan tersebut mengalami penurunan, terlebih kondisi politik keduanya memang tidak jauh berbeda.
Hanya saja, pasar sendiri sepertinya mempunyai keyakinan cukup besar dengan apapun situasinya. Inilah alasan mengapa angkanya saat ini berada di level 151, dan kemungkinan terjadi bullish.
Kondisi tersebut ternyata bukan hanya dialami oleh Yen saja, melainkan Yuan juga menunjukkan penurunnya. Walaupun angka yang terlihat tidak terlalu besar hanya di 0,4% saja.
Ketidakpastian soal perekonomian global juga menjadi issue menarik yang nantinya akan berpengaruh pada kenaikan atau penurunannya. Terlebih sekarang China sedang berjuang untuk menumbuhkan perekonomiannya mereka yang berjalan lambat.
Hal tersebut pasti akan berdampak besar kepada perkembangan Yen dan Dolar. Seperti diketahui bahwa, China serta Amerika sendiri sedang bersaing ketat, sehingga mempengaruhi keputusan pasar selanjutnya.
Dinamika hari ini diprediksi akan terus berlanjut ke depan, setidaknya sampai pemilihan presiden AS selesai. Jadi masih menarik untuk dinantikan, khususnya mata uang Asia bagaimana pergerakannya nanti.
Pasangan mata uang USD/JPY sendiri memang diprediksi akan mengalami kenaikan, hanya saja melihat pergerakan hari ini mungkin bullish memang akan terjadi dan nilainya sesuai dengan analisa pasar selama ini.
Tagged With : USD/JPY
