EUR USD Merosot ke Level Terendah Dolar AS Menguat

Pasangan mata uang EUR USD merosot mengalami tekanan besar, jatuh mendekati level 1,0500 seiring Dolar AS menguat setelah Partai Republik memenangkan kendali di kedua rumah legislatif Amerika Serikat.

Eur Usd Merosot

Penguatan Dolar AS ini juga dipicu oleh inflasi AS yang meningkat lebih cepat pada Oktober sesuai dengan perkiraan, sehingga memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertimbangkan penurunan suku bunga pada Desember mendatang.

Inflasi dan Suku Bunga Faktor Penggerak Dolar AS

Laporan inflasi AS yang menunjukkan peningkatan ini menjadi salah satu pendorong penting bagi dolar. Dengan harga konsumen yang terus merangkak naik, investor semakin yakin bahwa The Fed akan tetap berhati-hati dalam mengelola suku bunga.

Baca juga : Penguatan Dolar As dan Penurunan Emas Pernyataan Powell

Meskipun demikian, ekspektasi di kalangan investor bahwa penurunan suku bunga mungkin tetap terjadi pada bulan Desember semakin tinggi, mengingat sinyal yang ditunjukkan oleh bank sentral AS beberapa waktu belakangan.

Kemenangan Partai Republik ini meningkatkan sentimen positif terhadap Dolar AS, karena dianggap akan mendukung kebijakan fiskal yang lebih ketat dan berpotensi mengurangi defisit anggaran yang sedang tinggi.

Ini juga memberi sinyal kestabilan yang diinginkan pasar, yang akhirnya mendorong investor untuk beralih ke mata uang AS sebagai safe haven, yang menyebabkan pelemahan pada pasangan EUR USD merosot.

EUR USD merosot Investor Menunggu Petunjuk dari Pidato Jerome Powell

Pasar kini menantikan panduan tambahan dari Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan berpidato pada hari Kamis. Pidato Powell sangat dinantikan oleh investor sebagai panduan lebih lanjut terkait prospek suku bunga di AS.

Eur Usd Merosot Ke Level Terendah Dolar As Menguat

Jika Powell menyampaikan pandangan hawkish, ini dapat semakin memperkuat dolar, yang berpotensi menekan EUR USD merosot lebih dalam.

Baca juga : Eur/Usd Sedikit Turun Tapi Maish Diatas 1.100

Sebaliknya, jika Powell menunjukkan sikap dovish atau menyampaikan kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih cepat, pasangan EUR/USD mungkin dapat mengalami sedikit pemulihan.

Tekanan pada EUR USD merosot ini juga berdampak pada pasar global secara keseluruhan. Dengan dolar yang kuat, ekspor dari AS mungkin terpengaruh, namun kepercayaan investor terhadap aset dolar meningkat.

Di sisi lain, Eropa dapat melihat tantangan lebih besar karena euro yang melemah akan berdampak pada impor yang lebih mahal, berpotensi memperburuk kondisi ekonomi yang telah rapuh di tengah inflasi yang tinggi di kawasan tersebut.

Dalam beberapa hari ke depan, laporan inflasi dan panduan kebijakan dari Powell akan menjadi indikator utama bagi para pelaku pasar. Jika dolar terus menguat, pasangan EUR/USD bisa menghadapi resistensi yang lebih dalam di sekitar level psikologis 1,0500.

Pada akhirnya, kebijakan fiskal dan moneter di kedua wilayah akan terus menjadi faktor yang menentukan bagi pergerakan mata uang ini di masa mendatang.

Pound Sterling Tertekan di Tengah Dominasi Dolar AS

Pound Sterling terus melemah, mencatatkan level terendah dalam lebih dari empat bulan, berada di kisaran 1,2630 terhadap Dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan Dolar setelah Partai Republik berhasil mengamankan kedua majelis di AS, memicu ekspektasi bahwa kebijakan ekonomi pro-pertumbuhan akan segera diberlakukan.

Inflasi AS yang meningkat sesuai prakiraan bulan Oktober juga memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin akan tetap mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang, meskipun spekulasi pasar saat ini memperkirakan peluang yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Data inflasi yang kuat mendukung penguatan Dolar karena mendorong kemungkinan kebijakan suku bunga yang tetap tinggi untuk menjaga daya beli. Fokus investor kini tertuju pada pidato Jerome Powell, Ketua The Fed, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pidato ini sangat dinantikan oleh pelaku pasar, mengingat kebijakan yang diambil The Fed akan berdampak langsung pada tren EUR USD merosot. Di sisi lain, Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, juga akan menyampaikan pandangannya.

Investor berharap pernyataannya dapat memberikan panduan tentang langkah BoE ke depan untuk menopang Pound Sterling di tengah tekanan pasar. Pasar terus memantau ketat perkembangan ini.

Kebijakan dari kedua bank sentral sangat dinantikan untuk menentukan pergerakan mata uang ke depan. Jika The Fed mengisyaratkan sikap dovish dan BoE menunjukkan optimisme dalam menjaga kestabilan Pound, Pound Sterling berpotensi meredam tekanan dari Dolar.

EUR USD Merosot Tertekan di Tengah Kemenangan Partai Republik

EUR USD mulai merosot melanjutkan penurunan yang sudah berlangsung lebih dari seminggu, tertekan oleh sejumlah faktor domestik dan eksternal yang membebani Euro.

Euro menghadapi tantangan berat setelah kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS, yang memicu ekspektasi kenaikan tarif perdagangan terhadap negara-negara di Zona Euro.

Jika diterapkan, tarif tersebut diprediksi akan menekan sektor ekspor Eropa, yang pada gilirannya dapat merugikan pertumbuhan ekonomi dan memperburuk depresiasi Euro.

Selain itu, masalah politik di Jerman, terutama setelah pemecatan Menteri Keuangan Christian Lindner oleh Kanselir Olaf Scholz pada awal November, turut menambah ketidakpastian, memperburuk prospek ekonomi Zona EUR USD merosot.

Kemenangan Trump dan ketegangan politik ini telah membuat para pelaku pasar khawatir terhadap arah kebijakan perdagangan global, yang berisiko lebih menguntungkan Dolar AS EUR USD mulai merosot daripada Euro.

Sementara itu, pemotongan pajak yang direncanakan di AS diperkirakan akan meningkatkan inflasi, menambah daya tarik Dolar dan membatasi kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Ini semakin memperburuk sentimen terhadap Euro.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa bank-bank besar, termasuk JPMorgan dan Deutsche Bank, memperkirakan EUR USD merosot bisa turun menuju paritas jika tarif baru diterapkan. Pemotongan pajak yang direncanakan di AS diperkirakan akan meningkatkan inflasi.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar