Fokus Berita Ekonomi Forex 28 September 2020

Pergerakan USDCHF stabil saat sesi tengah Eropa hari Kamis (24/9) kemarin dan tepat berada di puncak paling tinggi delapan pekan di bawah 0.9250. Franc Swiss hari ini harus menerima tekanan setelah pertemuan kebijakan moneter terbaru yang dilakukan oleh bank sentral Swiss SNB.

Franc Swiss Terpukul Setelah SNB Merasa CHF Terlalu Tinggi

Sebelum acara utama SNB, pasangan sempat mencatatkan penurunan sampai ke nilai tukar 0,9215. Namun pada akhirnya Dolar AS berhasil meruntuhkan upaya dominasi Franc Swiss. Pada pertemuan itu SNB memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya dengan tingkat suku bunga tetap pada level -0,75%.

baca juga : Broker Forex Dengan Layanan Depo/WD Bank Lokal

Sayangnya faktor yang membebani Franc Swiss justru datang dari pernyataan SNB. Swiss National Bank mengatakan bahwa untuk sekarang nilai Franc Swiss masih terlalu tinggi. SNB mengatakan siap melakukan intervensi pasar jika memang sangat dibutuhkan. Nilai tukar yang lebih tinggi menyebabkan aktivitas ekspor sangat terganggu. Karena harga Franc Swiss dinilai terlalu mahal untuk pasar global.

Para pembeli Franc Swiss hari ini terkejut dengan apa yang disampaikan SNB dan membuat Franc Swiss kemarin mengalami pelemahan signifikan. Pasalnya dikatakan SNB akan melakukan intervensi pasar. Sebab memang Franc Swiss sangat mendominasi pergerakan beberapa waktu terakhir akibat naiknya permintaan safe haven.

AUDUSD Bergerak Naik Memanfaatkan Indeks Dolar AS yang Lemah

Pergerakan pasangan mata uang AUDUSD hari ini tampak naik lebih tinggi lagi saat sesi awal Eropa hari Jumat (25/9). Dolar Australia terus dalam penawaran beli dan membantu pasangan mencapai puncak dalam pergerakan harian di sekitar nilai tukar 0,7080. Sebelumnya AUDUSD berusaha bangkit dari terendah di sekitar 0,7015 yang merupakan lembah dalam dua bulan terakhir.

Kemudian saat sesi akhir pekan ini, nada risk on membantu Dolar Australia untuk mendominasi pergerakan. Kenaikan AUDUSD hari ini juga mendapatkan dukungan dari pelemahan Dolar AS sejak perdagangan tadi malam. Indeks Dolar AS menghentikan kenaikan ketiak mencapai 94,40 yang menjadi puncak dalam dua bulan. Melihat hal ini, pembeli langsung mendominasi kembali di sekitar AUDUSD.

Baca juga : Review Broker OCTAFX Untuk Trader Indonesia

Momentum kenaikan AUDUSD hari ini semakin meyakinkan ketika pasar ekuitas juga mencatatkan kinerja yang sangat mengesankan. Salah satu pendukung risk on adalah laporan yang mengatakan ada harapan pada stimulus ekonomi AS ketika Demokrat di parlemen berusaha mengerjakan paket bantuan tersebut.

Namun kenaikan permintaan Dolar Australia hari Jumat ini masih berisiko dibatalkan. Mengingat banyak negara yang masing sengsara akibat serangan pandemi gelombang kedua. Kondisi yang berkepanjangan bisa mendorong kembali Dolar AS dalam tawaran pembelian yang kuat. Oleh karena itu banyak yang lebih memilih bagaimana aksi pasar selanjutnya ketika belum ada kejelasan kondisi. Walaupun untuk sekarang risk on seperti lebih mendominasi pergerakan.

Sesi Amerika Utara nanti malam, AS akan merilis data mengenai pesanan barang tahan lama. Data ini akan diperhatikan untuk mengambil peluang dalam jangka pendek. Sementara itu katalis non-data sepertinya masih akan terus berperan menggerakan AUDUSD hari ini. Berita mengenai harapan vaksin virus Corona, serangan kedua pandemi dan stimulus AS akan sangat diperhatikan banyak pihak.

GBPUSD Berusaha Naik Lebih Tinggi Karena Indeks Dolar AS Sedang Terhenti

Sebelumnya pasangan mata uang GBPUSD hari ini mampu mengalami pemantulan dan membawa Pound yang lebih tinggi sampai 1,2780. Untuk saat ini pasangan bergerak kembali lebih rendah meski masih berada dalam kenaikan disekitar 1,2750. Pasangan terus defensif tarik ulur antara kenaikan dan penurunan menjelang pembukaan pasar Eropa hari Jumat (25/9). Kondisi ini terjadi disaat kenaikan Dolar AS sedang terhenti sejenak dari puncak dua bulan terakhir.

Baca juga : Mengenal Lebih Dulu Analisa Teknikal dan Fundamental

Indeks Dolar AS melemah menuju ke titik paling rendah harian pada perdagangan tadi malam. Sementara itu untuk hari Jumat ini indeks tampak cenderung stabil dan menahan upaya GBPUSD hari ini untuk memulihkan diri lebih tinggi lagi.

Salah satu faktor yang mendukung penguatan mata uang Poundsterling Inggris adalah adanya optimisme yang masih tetap berhati-hati. Naiknya harapan uji coba vaksin virus Corona tahap akhir membantu menghidupkan kembali risk on. Selain itu faktor yang mendukung Pound juga datang dari kesepakatan pejabat AS untuk stimulus ekonomi. Hal ini membatasi segala upaya kenaikan yang lebih tinggi dari indeks Dolar AS setelah menjadi 94,40.

Dalam dalam negeri, Poundsterling memulihkan diri ketika Menteri Keuangan Inggris yaitu Rishi Sunak merilis skema perlindungan lapangan pekerjaan Inggris. Langkah itu diambil ketika negara sedang menghadapi pandemi gelombang kedua. Lalu data mengenai survei perdagangan distribusif CBI mengambarkan hasil yang sangat mengesankan. Membantu GBPUSD hari ini untuk membangun upaya pemulihan.

Mengenai Brexit juga sudah ada tanda-tanda hasil yang positif. Pada pidato kemarin BoE Bailey mengatakan kedua pihak penting untuk mendapatkan kesepakatan. Untuk katalis selanjutnya akan datang dari laporan BoE dalam kuartalan. Selain itu nanti malam AS juga akan merilis data mengenai pesanan barang tahan lama. Data ini akan menawarkan peluang dalam jangka pendek.

Saham Asia Beragam Gagal Mengambil Sinyal Hijau Wall Street

Pasar saham Asia hari ini bergerak dengan nada yang campuran. Salah satu katalis penggerak di hari Jumat ini (25/9) adalah berita pembaruan dari vaksin virus Corona. Saat sesi akhir Asia, saham bergerak dalam zona hijau meski beberapa saham Asia mengalami penurunan seperti dari Shanghai Composite dan juga Hang Seng Hong Kong.

Saham Asia hari ini seperti Nikkei 225 mengalami kenaikan sampai 0,35%. Sementara itu Kospi Korsel juga mencatatkan kinerja yang sangat baik naik 0,62%. Sayangnya saham China turun sampai 0,24% disusul oleh Hong Kong yang kehilangan sampai 0,20%. Beberapa saham yang mengalami kenaikan sepertinya mengambil nada bullish yang terlihat pada Wall Street sejak tadi malam.

Semalam DJIA mengalami kenaikan sampai 300 poin pada penutupan mencatatkan kenaikan 0,20%. Sementara itu pada kontrak berjangka indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan 0,30% menuju ke 3.246 di susul oleh Nasdaq yang menutup hari Kamis dengan kenaikan 0,40%.

Pergerakan Wall Street semalam sepertinya juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS. Selama AS merilis data mengenai penjualan rumah baru dengan hasil diatas 1 juta uni selama bulan Agustus. Namun sayangnya klaim pengangguran sepekan awal mengalami kenaikan meski lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya. Hasil campuran campuran ini sepertinya yang menyebabkan Wall Street tadi malam bergerak liar.

Sementara itu dari sisi optimisme saham Asia hari ini datang dari vaksin virus Corona. WHO lewat ketuanya yaitu Soumya mengatakan bahwa vaksin virus Corona dari China sudah terbukti berhasil pada uji klinisnya. 

WHO kemudian memberikan izin agar vaksin ini didistribusikan merata ke seluruh dunia. Tentunya vaksin ini sangat menghidupkan kembali harapan masa depan ekonomi global yang sempat dikhawatirkan kehilangan momentum pemulihan. Hidupnya optimisme juga bisa mendorong kenaikan aset-aset berisiko global.

Tinggalkan sebuah Komentar