GBP/USD mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebelumnya ada batas di angka 1,2380 di mana GBP/USD biasanya tidak pernah menembus titik tersebut. Namun sekarang, pasangan ini mengalami kejatuhan hingga batas ini tertembus.

Bahkan angkanya sendiri sekarang berada di 1,2342. Perlu diketahui, angka tersebut merupakan yang terendah dalam seminggu. Tentu penurunan yang terjadi disebabkan oleh banyak aspek.
Baca juga : Inflasi As Naik, Harga Minyak Mengalami Kenaikan Signifikan
Tetapi, di antara banyaknya aspek tersebut, salah satu yang paling memengaruhi adalah harga dolar. Sekarang harga dolar mengalami penguatan secara signifikan. Penguatan tersebut memang menonjol karena terjadi secara menyeluruh di seluruh broker forex terpercaya.
Momentum yang didapat greenback ini terjadi karena banyak alasan. Tetapi di antara banyaknya alasan tersebut, imbal hasil AS terbilang memberikan pengaruh paling besar. Seperti yang sudah diketahui, imbal hasil AS sendiri memang sedang naik.
Ada angka menarik yang ditunjukkan oleh indeks dolar AS. Pada indeks tersebut, terlihat kalau dolar mengalami kenaikan hingga empat sesi berturut-turut. Pada sesi di hari ini saja, kenaikan yang terjadi mencapai 0,57 persen.
Adanya kenaikan tersebut membuat Dolar sukses mencapai titik tertinggi dalam seminggu. Ini terjadi karena sebelumnya dolar memantul dari titik terendah.
GBP/USD Mengalami Penurunan Karena Disebabkan Banyak Hal
Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, GBP/USD menurun karena banyak hal. Salah satu penyebab utamanya adalah imbal hasil AS yang sukses memengaruhi greenback. Itu terjadi karena menyusul data ekonomi AS terbaru.
Sekarang imbal hasil 10 tahun AS sendiri sudah tegak di presentase 3,41 persen. Ini merupakan titik tertinggi dalam seminggu terakhir. Sebelumnya NFP atau Nonfarm Payrolls sudah merilis laporannya.
Pada laporan tersebut terlihat kalau pelaku pasar mengalihkan fokusnya. Terlihat jelas kalau data indeks harga konsumen AS yang keluar lalu diberi perhatian lebih.
NFP ini tentu akan memberikan efek domino. Salah satu yang sudah diprediksi adalah efek terhadap kebijakan pada pertemuan yang dilakukan FOMC di bulan Mei. Besar kemungkinan suku bunga akan ditingkatkan pada pertemuan tersebut.
US dolar sendiri sekarang bergerak berlawanan dengan pasar eropa. Kenaikan yang terjadi bersamaan dengan pasar eropa yang sedang ditutup. Ini juga menjadi alasan mengapa GBP/USD mengalami penurunan pantau di broker exness.
