Impor RI Naik 38,6%: Mei 2023 Sentuh 21,2 Miliar US Dollar

Laporan Badan Pusat Statistik menunjukkan angka impor RI naik pada bulan Mei 2023 lalu. Dibandingkan April 2023, angkanya meningkat sampai 38,65%  menjadi di level 21,28 miliar dolar AS.

Impor RI Naik 38,6% Mei 2023 Sentuh 21,2 Miliar US Dollar

Pada catatan BPS tersebut, peningkatan baik dari segi impor migas maupun non migas. Dimana sektor migas meningkat 6,09% sedangkan non migas sampai 18,94% dibandingkan bulan sebelumnya situs resmi broker octafx.

Impor RI Naik Baik pada Sektor Migas Maupun Non Migas

Menurut Moh Edy Mahmud selaku deputi BPS Bidang Neraca dan Analisis Statistik, pertumbuhan impor setelah pasca libur Lebaran polanya meningkat. Dirinya mengungkapkan dalam konferensi video hari Kamis (15/6/2023).

Baca juga : Bank Sentral Dunia Singkirkan Dolar, Pungut Emas.

Pola peningkatan tersebut berdasarkan Edy terjadi dalam tiga tahun belakangan. Dirinya mengungkapkan, apabila dilihat lebih rinci, impor migas bulan Mei 2023 adalah 3,14 miliar USD, naiknya 6,09%.

Dirinya menambahkan peningkatan migas terjadi karena impor minyak mentah alami kenaikan sebanyak 51,81%. Sedangkan untuk non migas, naiknya 18,84% menjadi level 46,42% atau ada di nilai 18,14 miliar dolar AS.

“Utamanya dikarenakan ada kenaikan pada impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, naiknya 52,49%”. Dirinya juga menambahkan impor RI naik 38,81% terjadi pada perlengkapan elektrik, kendaraan dan bagiannya meningkat 76,7%.

Apabila dilakukan perincian secara tahunan, maka kenaikan 14,35% terjadi pada bulan Mei 2023 dibandingkan Mei 2022. Perincian tahunannya migas justru turun 6,52% daripada tahun kemarin.

Pertumbuhannya pada Mei 2023 apabila dilihat secara year in year memang bertambah, khususnya sesudah turun pada Februari, Maret, dan April. Kalau diperhatikan untuk pertumbuhan mtm, barang dikonsumsi peningkatannya cukup drastis.

Dibandingkan April 2023, naiknya 47,96%. Sedangkan barang modal dan bahan baku penolong masing-masing meningkat 66,03% dan 31,98%. Informasi bermanfaat ini tentunya banyak dicari trader di situs brokerindofx.com.

Lebih lanjut, pertumbuhan secara tahunan paling besar terjadi di barang modal yaitu 60,30%, serta barang konsumsi tumbuh meningkat 36,51%. Termasuk juga bahan penolong naiknya 4,42%.

BPS juga catat penurunan impor terbesar yang terjadi, tepatnya pada sisa industri makanan serta komoditas ampas. Penurunan sekitar 9,15%, dimana komoditas tersebut asalnya dari Brazil, Vietnam, dan Argentina.

Edy menyebutkan apabila negara asal barang yang beri peningkatan terbesar terutama dari Korea Selatan, Jepang, serta Tiongkok. Barang yang menjadikan impor RI naik tersebut adalah peralatan mekanis atau mesin.

 

Tinggalkan sebuah Komentar