Kebijakan Biden Bisa Picu Pelemahan Dolar AS

Beberapa hari ini mata uang Amerika Serikat mengalami pelemahan khususnya terkait dengan pilpres yang berlangsung minggu lalu. Bahkan para analis pun memberikan penilaian jika dolar AS akan terus mengalami pelemahan karena resiko dari geopolitik dan juga adanya kepastian mengenai paket stimulus yang dinilai lebih kecil. Bahkan ahli strategi dari Citi Private Bank pun sudah memprediksi bahwa ke depannya, dolar ini akan jauh lebih lemah lagi.

dolar usd

Baca juga disini : Memilih Broker Forex Terbaik di Forum Kaskus

Melemahnya Dolar AS karena Kebijakan Biden

Ini semua disebabkan pemerintahan Joe Biden kemungkinan besar akan mengurangi adanya ketidakpastian melalui adanya kebijakan tentang perdagangan internasional yang dibuatnya. Kemenangan dari Joe Biden sebagai Presiden Terpilih Amerika Serikat diartikan sebagai kembali menuju pemerintahan yang jauh lebih konvensional. Hal ini pun akan menghasilkan adanya perubahan yang sangat besar khususnya dari metode kebijakan luar negeri yang akan dilakukan.

Sistem konvensional ini pun juga akan mengembalikan lagi pembangunan aliansi dan berakhirnya taktik negosiasi yaitu ancaman tarif dulu. Hal ini pun juga disampaikan langsung oleh kepala ekonom dn juga kepala strategi yaitu Steven Wieting dan David Bailin. Mereka pun juga menyebutkan bahwa pergerakan dari nilai tukar dolar AS akan lebih menguntungkan market yang lebih luas lagi khususnya market keuangan dunia apalagi untuk pasar di negara berkembang.

Bagian yang paling jelas akan terjadi pasca pemilihan presiden AS ini terlihat dalam perdagangan globalnya. Adanya kebijakan dari luar negeri AS memasuki fase yang dinilai lebih mampu untuk diprediksi tanpa perlu meningkatkan adanya ancaman tarif dulu dan ini berakibat melemahnya dolar dan adanya kenaikan dari market negara berkembang bisa terjadi. Saat ini nilai tukar dolar ada di level sekitar Rp 14.000an sampai pada pukul 09.25 WIB hari ini. Dolar menguat sekitar 20 poin atau hanya sekitar 0.12% saja.

Baca juga disini : Menghitung Berapa Modal Awal yang Ideal Untuk Trading Forex

Sementara itu melihat dari RTI sebagai acuan datanya, dolar menurun 3 poin dari level yang sebelumnya. Level tertinggi mata uang dari negeri paman sam ini ada di nilai Rp 14.038 sementara nilai yang paling rendah adalah Rp 14.035 dan kesimpulannya dari harian, dolar itu mengalami pelemahan 0,02%. Sementara jika dilihat secara mingguan, maka mata uang ini mengalami pelemahan sampai nominal 3.47%. Dilihat dari sebulan terakhir ini, dolar melemah sekitar 4,39% bahkan jika dirangkum selama 3 bulan, dolar telah melemah dengan nominal persentasenya mencapai 4,43%.

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan hari ini telah dibuat menguat pada posisi 68 poin atau sekitar 1,28% di level 5,424. IHSG ini menguat karena adanya sentimen mengenai vaksin Covid-19. Pergerakan ini kemungkinan masih akan terus didorong oleh alasan yang sama yaitu vaksin Covid-19. Sampai Biden akhirnya memimpin, masih belum diketahui apakah Dolar AS ini akan terus mengalami pelemahan atau akankah muncul perubahan ke arah yang lebih baik lagi di masa depan.

Tinggalkan sebuah Komentar