Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Mulai Menguat Meski Tipis

Pada perdagangan hari ini, rupiah terhadap dolar AS dibuka cukup kuat meski tipis. Padahal, indeks Amerika Serikat saat ini tengah melandai, tapi sekarang rupiah menjadi Rp 15.840/US$.

Rupiah Terhadap Dolar As

Berdasarkan refinitiv pada pembukaan perdagangan pada Senin, 18 November 2024 nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar menguat hingga 0,6 persen, yaitu sekitar Rp 15.840/US$.

Baca juga : EUR USD Merosot ke Level Terendah

Penguatan dolar sendiri dipengaruhi oleh indeks dolar yang saat ini keadaannya sedang melandai. Bahkan, pada hari ini sekitar pukul 9.05 WIB DXY mengalami penurunan sebesar 0,04 persen hingga menjadi 106.64.

Ada RDG BI, Rupiah Terhadap Dolar AS Dibuka Menguat

Berdasarkan data refinitiv yang telah tersebar, pergerakan rupiah terhadap dolar AS memang sudah menguat dari bulan November, setelah mengalami anjlok pada bulan Oktober.

Bahkan sebelum ini, sepanjang pekan lalu rupiah mengalami penurunan dan keok dalam melawan dolar Amerika Serikat. Pada saat itu, nyaris mencapai Rp 16.000/US$.

Berdasarkan data yang diperoleh dari revinitiv, rupiah ambles hingga 1,18% sepanjang pekan lalu secara point-to-point terhadap dolar Amerika Serikat. Sementara itu, pada perdagangan yang lalu, rupiah ditutup stagnan di Rp 15.850/US$.

Rupiah juga semakin terlihat menyedihkan setelah bank sentral dari Amerika Serikat (AS), tidak terburu-buru dalam memotong suku bunga acuannya.

Masalah ini memang sudah sering dibicarakan dan belum juga terealisasi. Hal tersebut selalu menjadi mimpi buruk yang terus datang pada pelaku pasar.

Para pelaku pasar global saat ini khawatir bahwa jalur pemangkasan suku bunga akan berakhir begitu saja. Terlebih lagi, Chairman dari The Fed, yaitu Jerome Powell, memberi isyarat bahwa The Fed akan memperlambat suku bunga.

Rupiah memang sedang melalui banyak tantangan. Namun, hari ini, rupiah terhadap dolar AS mulai menguat meski tipis. Bahkan para pelaku pasar telah fokus pada dua data penting dari Bank Indonesia.

Data penting dari BI ini, nanti bisa memberikan pengaruh pada gerak rupiah. Hal tersebut, membuat pelaku pasar harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang akan datang.

Pelaku Pasar Fokus Pada Data Bank Indonesia Hari Ini

Ditandai dengan menguat tipis dari rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, para pelaku pasar mulai melakukan tindakan untuk strategi ke depannya. Pekan ini, para pelaku pasar akan fokus pada dua data Bank Indonesia (BI) yang nantinya akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

Rupiah Terhadap Dolar As Hari Ini Mulai Menguat Meski Tipis

Pertama, hal yang wajib diperhatikan para pelaku pasar adalah Rapat Dewan Gubernur BI (RDG). Rapat tersebut akan diselenggarakan pada hari Rabu, 20 November 2024.

Baca juga : Poundsterling Inggris Turun Karena Ekspektasi BOE

Pada rapat tersebut, pelaku pasar menunggu mengenai keputusan dari Dewan Gubernur BI mengenai keputusan suku bunga BI atau BI rate pada bulan November 2024.

Kemudian pada hari yang sama, BI juga akan merilis perihal deposit facility rate serta landing facility rate. Itulah mengapa, pelaku pasar akan setia menunggu data dari BI. Perlu diingatkan lagi, pada bulan Oktober, BI telah menahan suku bunganya hingga mencapai level 6%.

Lalu suku bunga dari deposit facility sebesar 5,25%, kemudian suku bunga landing facility sebesar 6,75%. Adanya kenaikan tipis dari rupiah terhadap dolar AS, tidak membuat para pelaku pasar menjadi lega.

Karena setelah ada Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) dilakukan, keesokan harinya ada hal yang dirilis lagi. Keesokan harinya setelah rapat, BI akan merilis angka transaksi dan juga Neraca Pembayaran Indonesia untuk kuartal-III pada tahun 2024.

Sebelumnya pada kuartal – II 2024, tercatat bahwa defisit transaksi Indonesia yang berjalan, justru melebar menjadi US$ 3,02 miliar. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya mencapai US$ 2,50 miliar. Kemudian tercatat juga defisit kuartal kelima secara berturut-turut hingga setara dengan 0,9% dari PDB negara.

Apakah BI Menjadi Pahlawan Atas Menguatnya Rupiah Terhadap Dolar AS?

Pelaku pasar memang tidak langsung bernapas lega atas berita tentang kenaikan tipis rupiah terhadap dolar. Mereka masih menunggu keputusan dari BI setelah melakukan RDG.

Berdasarkan hasil putusan rapat nanti yang akan dilakukan pada Rabu, 20 November 2024, membuat BI menjadi pahlawan atas menguatnya rupiah?

Kita semua juga belum tahu karena ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil putusan tersebut. Akan tetapi, putusan dari RDG BI, nantinya sangat berpengaruh pada pergerakan mata uang garuda.

Terlebih lagi, sekarang AS sedang menghadapi inflasi yang merangkak naik. Saat ini, kenaikan inflasi di Amerika Serikat sudah mencapai 2,6%. Pada bulan lalu, 2,4%. Tercatat juga pada bulan September 2024, tingkat pengangguran meningkat 4,1%

Pada pidato Jerome Powell, selaku Chairman dari The Fed menyatakan bahwa ekonomi saat ini, tidak memberikan sinyal untuknya agar mempercepat dalam proses penurunan suku bunga.

Powell juga menambahkan dalam pidatonya bahwa bagian sektor tenaga kerja tetap kuat, meski ada masalah mengenai lapangan pekerjaan yang mengecewakan pada Oktober 2024. Hal itu dikarenakan kerusakan karena badai dan protes para pekerja yang mogok.

Sementara itu, di dalam negeri sendiri terdapat berita yang cukup menghebohkan baru-baru ini. Di mana Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa akan ada kenaikan PPN mulai tahun depan. PPN yang semula 11%, akan naik 12% dan akan mulai diterapkan Januari 2025. Hal itu, tentu saja menjadi sorotan masyarakat dan analis brokerindofx.com.

Untuk itulah, jika ingin melihat laju dari mata uang RI bisa diterawang melalui Rapat Dewan Gubernur BI nanti. Anda bisa saja menginvestasikan pasangan rupiah, ketika tahu rupiah terhadap dolar AS menguat atau tidak setelah RDG BI nanti.

 

Tagged With : •

Tinggalkan sebuah Komentar