Urusan debt ceiling sampai sekarang memang belum selesai dan terbukti membuat yuan semakin menurun. Mata uang China ini termasuk salah satu yang tersandung cukup parah akibat negosiasi masih berlangsung alot.

Justru sinyal positif yang keluar dari pemerintahan Amerika cenderung menguatkan mata uang mereka sendiri. Sinyal tersebut tentu membuat para investor semakin bersemangat dan melakukan aksi borong.
Dampaknya ini adalah nilai tukar USD/CNY paling tinggi selama dua bulan terakhir. Tidak mengherankan apabila banyak investor yang hendak masuk ke negeri tirai bambu semakin ragu dalam melakukan langkahnya.
Baca juga : Rupiah Melemah Pergerakannya Dipengaruhi Hutang As
Setelah pekan lalu gagal dalam deal besar antara negara-negara Eropa dengan China, sekarang urusan debt ceiling ini semakin mengganjal. Otomatis tendensi dari yuan sendiri tidak menemukan titik terang.
Bahkan banyak analis dan broker forex spread rendah merasa kurang percaya diri dalam menggunakan yuan sebagai fundamental. Lebih banyak faktor eksternal yang berdampak negatif dibandingkan positif terhadap negeri tirai bambu.
Akhirnya selain membuat yuan semakin menurun para investor juga ragu mengambil instrumen berisiko. Rekor penurunan seperti ini tentu tidak ingin dipertahankan oleh pemerintahan China sendiri.
Sentimen Memburuk Buat Yuan Semakin Menurun
Sentimen buruk terkait kebijakan perdagangan internasional China sampai sekarang memang masih terasa. Dengan adanya penurunan terendah ini kita berharap bahwa pemerintah China mampu membuat langkah lebih komprehensif lagi.
Menurunnya yuan secara otomatis juga mempengaruhi negara-negara asia tenggara lainnya. Bahkan rupiah sendiri yang sempat ada sinyal positif harus kembali ke titik flat mundur dua puluh poin.
Bahkan yuan semakin menurun juga memberikan dampak pada dolar Singapura yang turun 0.2 persen. Melihat bagaimana Singapura sedang mengalami kontraksi di kuartal pertama tentu cukup sulit untuk segera kembali ke posisi semula.
Beberapa negara eropa dikabarkan akan segera melakukan langkah strategis untuk melawan trend ini. Memang sentimen buruk pada yuan dan euro akibat gagalnya kesepakatan perdagangan sangat berpengaruh.
Apabila China ingin bangkit lagi maka mereka harus memberikan sinyal yang membuat investor kembali yakin. Jika dibiarkan berlarut larut maka trend investor menghindari instrumen berisiko akan semakin tinggi. xm broker
Apakah nantinya pemerintah China akan berhasil menelurkan sebuah manuver signifikan mengatasi gempuran USD. Kita tunggu saja langkah efektif agar kondisi yuan semakin menurun ini dapat teratasi secara optimal.
