Dolar AS Melonjak Tanggapi Isu Strain Baru COVID-19

Dolar AS melesat naik di sesi Amerika Rabu dini hari, setelah sempat bergejolak di sesi sebelumnya. Optimisme tentang rancangan Undang-undang stimulus AS yang berhasil disepakati oleh Kongres AS kemarin, tergeser oleh kekhawatiran soal varian virus Corona baru yang sedang merebak di Inggris, sehingga menyebabkan PSBB kembali di sejumlah wilayah.

Kongres AS menyetujui dana bantuan dampak COVID-19 sebesar $893 miliar. Pakte tersebut juga ditautkan dengan anggaran pemerintah serikat untuk menghindarkan negara dari Shutdown pemerintahan. Saat ini, RUU tersebut tinggal menunggu tandatangan Presiden AS Donald Trump untuk diratifikasi menjadi UU yang sah.

“Stimulus sudah termasuk dalam daftar sesuatu yang akan dilakukan. Buktinya, jumlahnya nampak kecil sementara Demokrat bejanji akan melakukan hal yang lebih (mengajukan lebih banyak dana) karena yang dibutuhkan memang lebih banyak,”

Juan Perez, analis dari Tempus Consulting.

Di sisi lain, varian baru virus Corona menimbulkan gejolak pasar sejak Senin lalu. Namun, kekhawatiran sedikit mereda setelah para pakar medismemberikan sinyal bahwa vaksin yang telah beredar saat ini juga mampu melawan mutasi virus tersebut.

Moderna Inc, contohnya, mengekspektasikan imunitas vaksinnya akan dapat melindungi pengguna dari varian baru COVID-19. Kepada CNN, perusahaan farmasi tersebut akan meyakinkan masyarakat dengan melakukan uji coba lagi dalam beberapa pekan mendatang.

USD Naik, Terdukung Pula Oleh GDP AS

Dolar AS menguat seiring minat risiko yang meredup dengan memerahnya saham-saham AS kecuali Nasdaq, serta reli obligasi pemerintah AS. Mata uang-mata uang yang terkorelasi dengan aset berisiko tinggi seperti Dolar Australia, Dolar New Zealand, dan Euro, turut melemah menambah kekuatan bagi bullish Dolar. Saat berita ini ditulis, indeks Dolar AS naik 0.71 persen ke 90.68 level tertinggi sejak tanggal 15 Desember.

Menambah kekuatan Dolar AS, rilis data GDP final kuartal ketiga, naik melebih estimasi kedua. Ekonomi AS melaju 33.4 persen di kuartal ketiga 2020, sedikit lebih tinggi daripada estimasi kedua di 33.2. Selain itu, ekspansi GDP AS kali ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, membayar lunas ekonomi AS yang terpuruk di -31.4 persen di kuartal kedua.

Tinggalkan sebuah Komentar