Berbagai hal tidak akan cukup untuk buat dollar AS turun terlebih banyak trader sudah berharap optimis sehingga mata uang asal amerika serikat tersebut dapat menurunkan nilai tukarnya dalam perdagangan minggu ini. salah satu alasannya karena EUR/USD sudah kehilangan momennya.

Pada jam perdagangan sesi jumat minggu lalu EUR/USD sendiri sudah kehilangan momen supaya dapat bullish untuk meningkatkan nilainya setinggi mungkin. Imbas dari kehilangan momen tersebut sangat berdampak pada perdagangan hari senin 2 Oktober 2023 hingga seminggu kedepan.
Namun adanya atmosfir positif dari pasar yang disebabkan oleh keluarnya data inflasi dari PCE dapat menjadi angin segar yang mampu membatasi penurunan EUR/USD pada beberapa broker spread rendah. Hal ini akan membatasi penurunan dari sebelumnya 1,0600 menjadi hanya 1,0570 saja.
Kenaikan Tajam Minggu Lalu Buat Dollar AS Turun
Siapa sangka bahwa mata uang asal amerika serikat tersebut mendapatkan kenaikan lumayan tinggi pada perdagangan kamis minggu lalu. Bahkan kenaikan tersebut sempat mengalami rebound karena pada bulan sebelumnya sudah mengalami titik terendah hingga 1,0600.
Baca juga ; Melemahnya Mata Uang Asia Sebagai Imbas Meningkatnya Usd
Kenaikan tersebut juga disebabkan oleh adanya koreksi atas dollar amerika serikat karena terhenti sejenak. Penghentian tersebut timbul karena dollar sendiri sudah menerima banyak keuntungan sebelumnya, sehingga menimbulkan faktor yang buat dollar AS turun.
Hal ini membuat pasar keungan berada di titik sentiment dan enggan terhadap adanya risiko tersebut karena disebabkan oleh petinggi federal reverse. Petinggi the fed sendiri mengatakan kemungkinan inflasi masih tetap akan tinggi dan mempengaruhi suku bunga bank miliknya.
Absennya Berita Relevan
Selain kebijakan federal reverse terdapat pengaruh lain yang juga buat dollar AS turun yaitu terbatasnya berita relevan. Beberapa berita relevan sendiri sempat mengalami absen dalam beberapa paruh awal bulan sebelumnya dan memberikan dampak pada nilai tukar dari USD itu sendiri sesuai dengan prediksi dari review broker octafx.
Hal tersebut membuat USD mengalami bullish dan menyebabkan nilainya terus naik, namun karena sudah terjadi over bought dan munculnya data inflasi membuat terdainya proses penekanan pada mata uang tersebut.
Namun optimism tersebut tidak bisa diandalkan begitu saja karena secara fundamental sendiri mata uang asal amerika serikat tersebut masih terus dibutuhkan dalam perdagangan secara internasional. Terlebih masih banyak pasar internasional yang terus mencarinya.
Terlebih kuatnya ekonomi ditambah turunnya inflasi serta yields treasury masih dapat menggerakkan relly dan menghambat terjadinya hal untuk buat dollar as turun pada 2 hingga 6 oktober 2023.
