Kabar menyenangkan pada hari ini, sebab poundsterling menguat tajam. Bahkan mata uang satu ini cukup kuat terhadap semua mata uang utama. Jika ingin berinvestasi atau trading forex di pasangan mata uang ponsterling, inilah saatnya.

Ponsterling (GBP) adalah mata uang yang berasal dari Inggris yang sekarang menguat tajam. Hal itu terjadi setelah data Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan adanya inflasi yang meningkat.
Inflasi yang meningkat lebih dari perkiraan sebelumnya pada bulan Oktober. Untuk lebih jelasnya, berikut informasi tentang kondisi mata uang poundsterling menguat terhadap semua mata uang utama.
Poundsterling Menguat Tajam Setelah Data Inflasi Dirilis
Para pelaku pasar forex yang sering menginvestasikan dananya pada poundsterling dengan mata uang lainnya, kini ada kabar yang menggembirakan bahwa poundsterling telah menguat secara tajam.
Baca juga : Eur/jpy Berjuang Pulih Ditengah Ketidakpastian Keputusan BOJ
Tidak hanya poundsterling menguat tajam, menguatnya mata uang Inggris tersebut mengungguli semua mata uang utama. Itulah mengapa, pelaku pasar terus memperhatikan berita untuk bisa dapatkan untung pada momen ini.
Berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional Inggris, inflasi meningkat di luar prediksi pada bulan Oktober. Lalu, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK), memberikan data bahwa inflasi tahunan meningkat hingga 2,3%. Itu terjadi dari tahun ke tahun.
Angka tersebut memang lebih tinggi dari prediksi sebelumnya, yaitu sekitar 2,2%, dan pada bulan September berada di angka 1,7%. Jika membandingkan bulan sebelumnya, inflasi umum memang naik tajam sebesar 0,6% lebih tinggi.
Terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi 0,5%, setelahnya tetap datar di bulan September. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) inti, mengalami pertumbuhan sebesar 3,3%.
Data tersebut ternyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya, yaitu 3,2% Para ekonom yang ada di sana juga melakukan perkiraan bahwa inflasi akan mengalami penurunan hingga mencapai 3,1%.
Fakta bahwa poundsterling menguat tajam juga dikarenakan yang indikatornya diawasi secara ketat oleh Bank of England (BoE), yang sekarang sudah meningkat menjadi 5%. Nilai ini lebih besar dari sebelumnya, yaitu 4,9%.
Meski poundsterling dikatakan kuat terhadap mata uang utama lainnya, para pelaku pasar juga perlu berhati-hati dan tidak gegabah. Jangan sampai tindakan mereka menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember nanti.
Pounsterling Menguat Tajam Hingga Mengungguli Semua Mata Uang Utama
Akselerasi akan berlanjut dengan adanya tanda, di mana terdapat tekanan harga yang memaksa para pedagang untuk mengurangi taruhan yang bertujuan untuk mendukung penurunan suku bunga pada Desember nanti.

Berita tentang poundsterling menguat tajam, tidak membuat para pelaku pasar merasa tenang dan langsung membuka perdagangan. Mereka melakukan perkiraan bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.
Para pedagang yakin 80% dengan prediksi tersebut menurut Reuters. Salah satu tokoh yang mengambil kebijakan Bank of England, yaitu Andrew Bailey memberi peringatan.
Bailey memperingatkan mengenai tekanan yang masih berlanjut dalam kebijakan moneter yang ia sampaikan secara langsung di depan Treasury Select Commettee pada hari Selasa kemarin. Dalam perkataannya, Bailey menyampaikan bahwa inflasi jasa masih berada di atas level yang cukup sesuai dengan target.
Selain Bailey, seorang anggota eksternal dari BoE, yaitu Catherine Mann. Dirinya mengatakannya secara vokal bahwa ekspektasi inflasi pasar keuangan menunjukkan bahwa inflasinya tidak akan mencapai sampai 2% yang berkelanjutan.
Berita tentang poundsterling menguat tajam terhadap semua mata uang utama, memberikan semangat untuk para trader forex yang akan memasangkan sebuah mata uang dengan poundsterling. Kini, poundsterling telah melonjak ke atas mencapai 1,2700 terhadap Dolar Amerika Serikat di London.
Mengingat populernya pasangan poundsterling dengan USD, melihat kembali pada agenda ekonomi yang akan dilancarkan oleh presiden AS terpilih, yaitu Donald Trump. Sepertinya, The Fed juga akan mengikuti siklus pelonggaran kebijakan dengan bertahap.
Inilah Kebijakan Bank of England dalam Menguatkan Pondsterling
Poundsterling menguat tajam tidak membuat semuanya berjalan dengan baik, sebab BoE juga akan melakukan pertemuan pada bulan Desember.
Sementara itu, pada bulan Desember, The Fed memungkinkan akan menurunkan suku bunga mencapai 25 basis poin dan menjadi 4,25% sampai 4,50%. Itu telah berkurang sebanyak 59% dari 82% Minggu lalu.
Namun, pada pertemuan waktu itu, Ketua The Fed juga mengatakan bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga dengan situasi ekonomi yang sekarang.
Adanya fakta tersebut, para pelaku pasar saat ini berfokus pada Indeks Manajer Pembelian dari data awal S&P untuk bulan November. Ini akan dipublikasikan pada hari Jumat yang akan datang.
Faktor yang mempengaruhi poundsterling yang paling utama adalah Bank of England yang mengatur kebijakan moneter. Dasar utama dari putusan BoE sendiri adalah stabilitas harga yang sudah mencapai tujuannya atau belum, sekaligus tingkat inflasi cukup stabil sekitar 2%.
Alat utama dan penting untuk melakukan keputusan tersebut adalah penyesuaian suku bunga. Saat inflasi sudah mencapai pada level tinggi, maka BoE akan mengendalikannya. Caranya adalah dengan menaikkan suku bunga.
Kebijakan dengan menaikkan suku bunga juga penting agar nanti masyarakat dan pebisnis semakin sulit untuk melakukan kredit. Ini termasuk hal umum dan menghasilkan yang positif untuk GBP.
Poundsterling telah naik mencapai resistance level bulat, yaitu 1,2700 terhadap dolar AS. Kini, pasangan GBP/USD semakin kuat setelah tembus kisaran perdagangan selama tiga hari, yaitu 1,2600-1,2700 pada chart broker forex terbaik.
Sebagai pelaku pasar yang menginginkan keuntungan besar, tidak ada salahnya jika memasangkan poundsterling dengan mata uang lainnya. Dengan poundsterling menguat tajam, semakin yakin membuka perdagangan di pasar valas.
